Berita

Seminar internasional Korea-ASEAN Solidarity Initiatives: Epicentrum Peace and Prosperity the Indo-Pacific, Selasa (20/12)/RMOL

Politik

Abhiram Singh Yadav: Indo-Pacific Kunci Utama Konstruksi Politik Global

SELASA, 20 DESEMBER 2022 | 14:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Peta politik dunia saat ini sudah berubah, dalam perspektif Dosen LSPR Abhiram Singh Yadav ke depan terdapat lokasi baru yang disebut dengan Indo-Pacific yang meliputi negara-negara timur dan barat.

Hal itu disampaikannya dalam acara seminar internasional Korea-ASEAN Solidarity Initiatives: Epicentrum Peace and Prosperity the Indo-Pacific yang digagas Kantor Berita Politik RMOL, Universitas Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (20/12).

Abhiram menuturkan jika membicarkan Indo-Pacific maka dapat dilihat sebagai realitas biogeologi, yang merupakan persamaan biologis dan studi tentang kehidupan bawah laut.


“Dengan teknologi terkini, telah diciptakan sebuah region yang dinamakan Indo-Pasific. Dan area Indo-Pacific yang berbasis dari kehidupan underwater dan ini menjadi perspektif politik tentang apa yang berada di atas permukaan air dan nation state,” ucap Abhiram dalam presentasinya.

Pihaknya menuturkan, negara-negara yang saat ini masuk dalam area Indo-Pacific, terdapat beberapa perspektif, baik dari segi perspektif ekonomi maupun perspektif politik.

“Tentang perspektif politik yang mendeskripsikan interaksi antara negara-negara, sikap, dan kepentingan negara, kekuatan politik dan juga prioritas politik dari barat ke timur, dan merefleksikan tentang persepektif geostrategis,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya kecenderungan interaksi antara negara-negara yang berada di lingkaran Indo-Pacific maka secara tidak langsung akan mengubah sejumlah kebijakan ekonomi dan politik.

"Ada perubahan global, dan tentu saja akan memberikan multiple region approach, dan kita akan membangun konstruksi politik, yang sekarang kita bicarakan tentang konstruksi politik yang terjadi di Indo-Pasific,” ucapnya.

Dalam perspektif geoekonomi Indo-Pacific ini, Abhiram menegaskan bahwa negara-negara yang bernaung di Indo-Pacific merupakan negara inti bagi seluruh kegiatan global, baik politik dan ekonomi.

"Dan ini juga termasuk dalam persepektif geoeconomic yang merupakan realitas, bahwa area ini merupakan kunci utama dinamika geoekonomi global yang merupakan area global trade, dan area yang membutuhkan stabilitas global, serta berkontribusi dalam stabilitas ekonomi global,” tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya