Berita

Sudirman Said/RMOL

Politik

Bamsoet Pancing Pemilu Dikaji Ulang, Sudirman Said: Elit Bisa Membuat Hukumnya Sendiri

MINGGU, 18 DESEMBER 2022 | 16:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang meminta Pemilu 2024 perlu dikaji ulang mendapatkan kecaman dari sejumlah kalangan masyarakat. Termasuk mantan Menteri ESDM Sudirman Said, yang menyebut perilaku elit saat ini sangat meresahkan.

Sikap itu disampaikan Sudirman dalam acara diskusi yang digagas Lembaga Survei KedaiKOPI, Ngopi dari Seberang Istana, Jakarta Pusat, Minggu (18/12).

Sudirman yang kini menjabat sebagai Sekjen PMI menuturkan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo tidak patut menggelontorkan wacana yang dapat memicu emosi rakyat.

"Ketua MPR mengatakan ini kan sekadar memancing pemikiran. Ya memang tidak melanggar hukum. Tapi apakah patut menyatakan begitu?” tegas Sudirman.

Menurutnya, dengan pernyataan dari elite yang mewacanakan pemilu perlu dikaji ulang akan membuat masyarakat bingung dalam menentukan pilihannya.

Dengan adanya pernyataan yang dilontarkan Bamsoet tersebut, fokus masyarakat akan terbelah. Meskipun dari segi hukum pernyataan tersebut tidak ada pelanggaran, tapi secara etika berpolitik dinilai kurang elegan.

"Di elite, perilakunya meresahkan. Nanti kita tanya secara hukum apakah boleh? mungkin boleh. Tapi apakah patut? itu pertanyaan kta,” ucapnya.

Dia menambahkan para elite politik dan pejabat tinggi negara perlu mengontrol etika mereka dengan tidak berperilaku legalistik yang dapat mengubah hukum sesuai kemauannya.

"Ada bahaya besar kalau pejabat publik atau pemimpin publik, para publik figur atau orang-orang yang punya pengaruh besar itu hidup dengan cara legalistik,” katanya.

"Mengapa? Karena, kalau orang pada top manajemen manapun, dia bupati, walikota, menteri, presiden, ketua MPR, berpikir legalistik maka dia bisa membuat hukum untuk dirinya sendiri,” tutupnya.

Populer

IKN Ibu Kota Terhijau Dunia Omong Kosong Jokowi

Rabu, 05 Juni 2024 | 12:42

Investor IKN Hanya Dongeng!

Kamis, 06 Juni 2024 | 11:12

Dirut Kimia Farma Layak Dicopot

Selasa, 04 Juni 2024 | 15:53

Bukan Hanya Tiket Pesawat, Mertua Menpora Dito Ternyata Juga Pesankan Visa Umrah untuk Rombongan SYL

Rabu, 05 Juni 2024 | 21:21

Rugi Rp1,48 Triliun, Penyelewengan di Kimia Farma Extra Ordinary

Selasa, 04 Juni 2024 | 10:37

Perwakilan Kontraktor Minta Penegak Hukum Periksa Bupati Keerom

Senin, 10 Juni 2024 | 10:37

Dugaan Korupsi Askrida Naik Lidik

Senin, 10 Juni 2024 | 22:37

UPDATE

Nawaz Sharif Ucapkan Selamat, Modi: India Selalu Membela Perdamaian dan Ide Progresif

Jumat, 14 Juni 2024 | 22:59

PKS Desak Bagi-bagi IUPK ke Ormas Keagamaan Dibatalkan

Jumat, 14 Juni 2024 | 10:07

Sambut Baik Laporan Hasto ke Sana-sini, KPK Siap Diuji

Jumat, 14 Juni 2024 | 09:59

Bakamla Tangkap Kapal Bawa Ribuan Batang Kayu Ilegal

Jumat, 14 Juni 2024 | 09:45

Gara-gara Ini, Harga Tiket Pesawat Domestik Selangit

Jumat, 14 Juni 2024 | 09:35

Proton Luncurkan Mobil Listrik Pertama e.MAS

Jumat, 14 Juni 2024 | 09:16

Hizbullah Hujani Ratusan Roket ke 14 Lokasi Militer Israel

Jumat, 14 Juni 2024 | 09:10

Usai The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.270 per Dolar AS

Jumat, 14 Juni 2024 | 08:58

Koalisi Masyarakat Minta Hasyim Asyari Dipecat dari KPU

Jumat, 14 Juni 2024 | 08:56

Diduga Kecanduan Judi Online, Prajurit Gelapkan Dana Operasional Satuan

Jumat, 14 Juni 2024 | 08:48

Selengkapnya