Berita

Sudirman Said (kedua dari kanan) saat hadiri Ngopi dari Seberang Istana Kedai KOPI/RMOL

Politik

Sudirman Said: Paling Baik Kalau Jokowi Menyelenggarakan Pemilu dengan Jurdil dan Luber

MINGGU, 18 DESEMBER 2022 | 16:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo diharapkan mampu menghadirkan pemilihan umum yang terbaik di akhir masa jabatannya sebagai presiden. Bukan malah mengendorse calon tertentu untuk dipilih rakyat.

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menuturkan seharusnya Presiden Joko Widodo menghadirkan pemilu 2024 mendatang dengan jujur adil langsung umum bebas dan rahasia (jurdil luber).

"Yang paling baik itu kalau beliau betul-betul menyiapkan, menyelenggarakan pemilu dengan luber dan memberikan kesempatan kepada semua putra terbaik bangsa untuk maju menjadi calon pemimpin,” ucap Sudirman di acara Ngopi Bareng dari Seberang Istana, yang digagas Lembaga Survei KedaiKOPI, Jakarta Pusat, Minggu (18/12).


Menurutnya, Presiden Joko Widodo perlu diingatkan bahwa masa jabatannya sebagai presiden akan selesai di 2024 mendatang. Selain itu, Jokowi harus diingatkan untuk tidak memiliki kecenderungan kepada pihak tertentu. Sebab, hal itu kurang etis dilakukan presiden.

Meski tidak melangara hukum, Sudirman Said menjelaskan bahwa dukungan ke pihak tertentu akan menjadi preseden buruk karena terkait dengan kepatutan selaku pemimpin negara.

“Saya kira kita semua berdoa supaya transisi ini berjalan baik, pemilu berjalan baik, salah satu kunci kalau penyelenggara negara berpihak pada kepatutan,” katanya.

Disinggung mengenai Presiden Joko Widodo memiliki kepentingan dengan mendorong kandidat calon presiden tertentu, Sudirman mengatakan masyarakat Indonesia saat ini sudah cerdas dalam menangkap diksi yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

"Beliau (Jokowi) tidak pernah menyebutkan siapapun selama ini, tetapi biarkan masyarakat melihat apakah ada kecenderungan atau tidak (mendukung kandidat capres tertentu), selama ini tidak pernah menyebutkan nama secara eksplisit cenderung (dukung) kepada siapa,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya