Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jepang Akan Gelontorkan 320 Miliar Dolar untuk Militer, Terbesar Ketiga Setelah AS dan China

MINGGU, 18 DESEMBER 2022 | 08:31 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang dilaporkan akan melakukan pembangunan militer terbesarnya sejak Perang Dunia Kedua, termasuk mengerahkan rudal yang dapat menyerang pangkalan di China, Rusia, dan Korea Utara.

Rudal tersebut memiliki kemampuan serangan balik sebagai tanggapan atas ancaman dari pihak-pihak tersebut.

Menurut Perdana Menteri Fumio Kishida, ini menjadi titik balik Jepang dalam sejarah.


Dimuat Associated Press, pembangunan militer tersebut direncanakan akan menghabiskan 320 miliar dolar AS. Sehingga Jepang akan menjadi pembelanja militer terbesar ketiga di dunia, di belakang Amerika Serikat dan China

Ini adalah bagian dari strategi keamanan nasional yang luas, yang pertama sejak 2013, yang akan menggandakan pembelanjaan pertahanan menjadi 2 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2027.

Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa China akan menyerang Taiwan, mengancam pulau-pulau terdekat Jepang, mengganggu pasokan semikonduktor, dan mempengaruhi impor minyak yang datang dari Timur Tengah.

Saat ini militer Jepang dipersenjatai dengan rudal yang hanya bisa terbang beberapa ratus kilometer. Untuk itu Jepang diyakini akan membeli rudal Tomahawk buatan AS dalam jumlah ratusan.

Rudal ini dapat diluncurkan kapal, yang dapat terbang hampir 1.600 kilometer dan menghantam pangkalan angkatan laut di pantai timur China dan Rusia.

Di samping itu, Jepang juga akan memperluas jangkauan rudal anti-kapal Tipe 12 yang diluncurkan dari darat selama lima tahun ke depan, dan membeli rudal pencegat, drone serang dan pengintai, peralatan komunikasi satelit, pesawat tempur siluman F-35, helikopter, kapal selam, kapal dan transportasi pesawat.

Sekitar 7 miliar dolar AS akan dihabiskan untuk bertahan dari kemungkinan serangan siber China, termasuk mendirikan unit siber berkekuatan 20 ribu orang.

Sementara 7 miliar dolar AS lainnya akan diinvestasikan untuk kemampuan luar angkasa, dan 6 miliar dolar AS untuk pengembangan jet tempur baru dengan Inggris dan Italia.

Jepang telah mengungkapkan rencana untuk mengembangkan senjata hipersoniknya sendiri di tahun-tahun mendatang.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya