Berita

Militer NATO/Net

Dunia

Bukan Damai, Perang Ukraina Makin Sengit dengan Permusuhan Rusia Vs NATO

MINGGU, 18 DESEMBER 2022 | 08:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perang di Ukraina diyakini akan menjadi lebih sengit dengan campur tangannya NATO untuk membela Kyiv dalam melawan Rusia. Bahkan Rusia telah menjadikan NATO sebagai sasaran militer yang sah.

Dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, dialog antara NATO dan Rusia tidak akan terjadi dengan perkembangan terbaru saat ini.

"Rusia seharusnya tidak diharapkan untuk membuat pengembalian konseptual ke jaminan keamanan sebelumnya yang dikirim ke Amerika Serikat dan NATO setahun yang lalu," kata seorang sumber.


"Kami tidak akan menjadi orang yang melakukannya. Alasannya, jika kami melakukannya, akan muncul kebutuhan untuk memperbarui posisi, yang tidak dapat diperbarui karena semuanya tergantung pada bagaimana situasi di lapangan terungkap selama operasi militer khusus," tambahnya.

Pernyataan ini muncul setelah mantan presiden Rusia dan wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev menyarankan agar semua negara NATO dapat menjadi sasaran penargetan militer.

Dalam pernyataan yang diunggah ke saluran Telegramnya, Medvedev mempertanyakan pengiriman senjata ke Ukraina dari negara-negara NATO.

"Hari ini...pertanyaan utama adalah apakah perang hibrida de facto yang diumumkan di negara kita oleh NATO dapat dianggap sebagai masuknya aliansi ke dalam perang dengan Rusia? Apakah mungkin untuk melihat pengiriman sejumlah besar senjata ke Ukraina sebagai serangan ke Rusia?" tanya dia, seperti dikutip Newsweek.

Sementara itu pada Jumat (16/12), jurubicara NATO Oana Lungescu menegaskan kembali perlunya NATO untuk mendukung Ukraina. Lantaran Rusia telah bersiap untuk memobilisasi lebih banyak kekuatan.

Hingga saat ini, upaya untuk menemukan resolusi damai belum bisa dijalankan. Terlebih Rusia dibuat geram dengan banyaknya senjata yang diberikan NATO pada Ukraina.

"Sulit untuk memprediksi prospek konflik di masa depan, karena bergantung pada tindakan dan keputusan pemerintah dan pihak lain yang terlibat," kata analis politik Craig Agranoff.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya