Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Net

Politik

Cak Hamied: Pasangan Prabowo-Ganjar, Cara Cek Ombak Jalan Tengah Jokowi

KAMIS, 15 DESEMBER 2022 | 18:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kode-kode dukungan Presiden Joko Widodo yang menyebut kriteria calon pemimpin ada di Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hanya sebatas angin lalu untuk cek ombak politik hari ini.

Direktur Visi Indonesia Strategis Abdul Hamied mengatakan, kata kunci kriteria pemimpin yang disebutkan Jokowi ada lah rambut putih dan kerutan di dahi. Tanpa dijelaskan, semua paham bahwa kriteria yang dituju adalah Ganjar Pranowo.

Sehingga, kata Abdul Hamid, ketika menyusul sinyal-sinyal lain dari Jokowi bahkan upaya menasirkan sinyal memasangkan Prabowo dan Ganjar, tidak lebih dari sekadar untuk mengaburkan dukungan pada Ganjar.


"Apa yang dilakukan oleh Jokowi tersebut menurut saya bagian dari cek ombak terkait dukungan terhadap Ganjar di satu sisi," ujar Cak Hamied sapaan karibnya kepada wartawan, Kamis (15/12).

"Sekaligus dia melakukan bluring effect saat menyebut Prabowo termasuk dalam kriteria tersebut. Karena reaksi keras dari internal PDIP datang saat Jokowi melempar kriteria tersebut," imbuhnya.

Meski begitu, Cak Hamied memandang, peluang menduetkan pasangan ini sangat besar. Bahkan, bisa menajdi jalan tengah yang jenius dari seorang Jokowi.

"Karena mendorong Prabowo untuk berpasangan dengan Ganjar bisa sedikit 'mengobati' kekecewaan Mega atas Puan yang sampai saat ini tidak diterima publik dengan baik, hal ini terlihat dari surveynya yang tidak bergerak di angka nol koma," tuturnya.

"Apalagi Prabowo sedang sangat 'mesra' dengan Megawati (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri)," katanya lagi.

Pada sisi lain, Cak Hamied mengingatkan potensi keterbatasan munculnya calon lain jika Prabowo dipasangkan dengan Ganjar.

"Dan ini sangat diperhitungkan betul oleh Jokowi, berapa bursa capres yang bagus untuk memenangkan gacoannya," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya