Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kebocoran Pipa Nord Stream Ancam Ekosistem Laut Swedia, Kandungan Gas Metana Tinggi

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 18:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kebocoran pipa gas Nord Stream sejak dua bulan lalu diklaim mengancam ekosistem lingkungan akibat kandungan metana yang tersebar dan terbawa air laut.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Gothenburg Swedia dan dirilis pada Minggu (11/12), menyebut gas metana yang bocor di laut tidak naik ke atmosfer melainkan larut dalam air dan mengikuti arus.

Seorang ahli kelautan yang terlibat dalam penelitian tersebut, Bastien Queste menyatakan tingkat metana dalam air sangatlah tinggi bahkan penurunan yang signifikan masih belum ditemukan hingga saat ini.


"Selama dua minggu pertama, kami melihat tingkat metana yang sangat tinggi, hampir terlalu tinggi untuk diukur oleh sensor kami dan mungkin hingga 100 kali lebih tinggi dari biasanya," ujarnya seperti dimuat Xinhua.

Sejalan dengan Bastien, seorang ahli biologi kelautan di Departemen Ilmu Kelautan universitas tersebut, Thomas Dahlgren memperingatkan tingginya kandungan metana dalam air akan membahayakan ekosistem.

"Jumlah besar metana yang terlarut dalam air mungkin akan mempengaruhi kehidupan laut," kata Thomas.

Menurut Thomas, meskipun pengurangan metana dapat terjadi karena dicerna oleh bakteri, tetapi jika dilakukan secara berlebihan maka akan mempercepat pengasaman laut.

Kondisi itu, dikatakan Thomas, serupa dengan kebocoran di Teluk Meksiko pada 2010 lalu.

Penelitian yang berkolaborasi dengan Swedia Voice of the Ocean mengerahkan robot bawah air untuk melakukan pengukuran terus menerus dan data dikirim ke peneliti melalui satelit.

Berdasarkan data Badan Energi Denmark, pipa Nord Stream mengandung sekitar 778 juta meter kubik metana ketika pertama kali mengalami kebocoran.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya