Berita

Presiden Burkina Faso, Ibrahim Traore/Net

Dunia

Perang Lawan Pemberontak, Burkina Faso Kumpulkan Dana Militer Rp 2,5 Triliun

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 17:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Persiapan perang melawan kelompok pemberontak di Burkina Faso diperkirakan memakan biaya yang tidak sedikit. Diperkirakan dibutuhkan dana perang sebesar 100 miliar CFA atau setara dengan Rp 2,5 triliun.

Menteri Ekonomi Aboubacar Nacanabo pada Jumat (9/12) menyatakan pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Ibrahim Traore, para pengusaha, dan mitra lainnya. Disimpulkan pemerintah Burkina Faso akan mengumpulkan dana perang untuk tahun ini.

"Dana tersebut seharusnya memungkinkan kami untuk mengumpulkan 100 miliar CFA untuk tahun ini," ujarnya, seperti dikutip The Defense Post.


Selain dana, Aboubacar menyebut puluhan ribu tentara juga akan direkrut sebagai anggota Relawan Pembela Tanah Air (VDP).

“Sebagai bagian dari perang melawan terorisme, pemerintah telah memutuskan untuk merekrut 50 ribu anggota Relawan Pembela Tanah Air,” jelasnya.

Dengan anggaran dana yang dikemukakan sebelumnya,  Aboubacar mengatakan para tentara VDP akan dibayar 60 ribu CFA atau Rp 1,5 juta perbulan.

Selain membayar tentara, Aboubacar menyebut dana itu juga digunakan untuk membeli senjata dan perlengkapan perang seperti seragam dan bahan bakar.

Aboubacar mengungkapkan sarannya untuk mengenakan pajak satu persen pada gaji anggota parlemen, penjualan minuman, rokok, internet, dan barang mewah guna membantu menutupi biaya perang yang telah menyebar dari Mali sejak 2015.

Perdana Menteri Apollinaire Kielem de Tembela pekan lalu meminta senjata dan amunisi dari Prancis untuk pasukan pembantu.

Burkina Faso dipimpin oleh militer Ibrahim Traore setelah berhasil mengambil alih jabatan presiden dalam kudeta 30 September.

Pemerintah sebelumnya dianggap gagal menangani serangan jihadis.

Ibrahim kemudian berjanji untuk merebut kembali wilayah yang diduduki kelompok jihadis yang berafiliasi dengan Al Qaeda itu.

Tetapi dalam beberapa bulan terakhir, serangan militan jihadis meningkat khususnya di utara dan timur negara yang terkurung daratan di jantung Sahel.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya