Berita

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev/Net

Dunia

Medvedev: Rusia Tingkatkan Produksi Senjata Mematikan untuk Perang Ukraina

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 16:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk melindungi diri dari musuh di Eropa, mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengungkapkan negaranya tengah meningkatkan produksi senjata perang paling kuat.

Melalui tulisannya di Telegram pada Minggu (11/12), Medvedev yang saat ini merupakan wakil kepala Dewan Keamanan Rusia mengatakan senjata itu akan dihasilkan menggunakan cara-cara baru.

“Kami meningkatkan produksi alat penghancur yang paling kuat. Termasuk yang berdasarkan prinsip baru,” ujarnya seperti dimuat The Moskow Times.


Medvedev menyebut musuh Rusia kini bukan hanya Ukraina, melainkan juga sekutunya di beberapa negara Eropa yang ikut mendukung musuhnya dalam perang.

“Di Eropa, Amerika Utara, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan banyak tempat lain yang berjanji setia kepada Nazi," jelas Medvedev, merujuk pada Ukraina.

Meski begitu, Medvedev tidak merinci secara spesifik senjata apa saja yang sedang ditingkatkan produksinya.

Dukungan persenjataan Barat ke Ukraina, telah memancing potensi serangan nuklir yang mungkin saja diluncurkan oleh militer Rusia.

Sebab, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (9/12) mengatakan ia dapat saja mengubah doktrin militernya dan mengirim seragan pendahuluan untuk melucuti senjata musuh.

Perkataan Putin, disinyalir merujuk pada serangan nuklir yang banyak ditakuti oleh sekutu Kyiv dan negara lainnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya