Berita

Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Hasbi Hasan/RMOL

Politik

Presiden Jokowi Sibuk, Pemberhentian Sementara Hakim Agung Gazalba Saleh Sedang Diajukan MA

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 13:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sedang sibuk nikahkan anaknya, Kaesang Pangarep, Presiden Joko Widodo belum tandatangani Surat Keputusan (SK) penonaktifan Hakim Agung Gazalba Saleh (GS) yang jadi tersangka dan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Hasbi Hasan usai menjalani pemeriksaan selama hampir tiga jam sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara di MA dengan tersangka Gazalba di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin siang (12/12).

Hasbi mengatakan, dirinya menyampaikan SK pengangkatan dan unsur pemberhentian dua tersangka, yakni Prasetio Nugroho (PN) selaku Hakim Yustisial dan Panitera Pengganti pada Kamar Pidana MA dan Asisten Hakim Agung Gazalba, dan Redhy Novarisza (RN) selaku Staf Hakim Agung Gazalba.


"Kalau materi ya tanyakan aja, saya gak mau, nanti diplintir," ujar Hasbi kepada wartawan, Senin siang (12/12).

Saat ditanya soal pemberhentian Hakim Agung Gazalba yang sudah ditahan oleh KPK, Hasbi mengaku sudah diajukan kepada Presiden Jokowi.

"Sedang diusulkan ya, karena Pak Presiden lagi sibuk mungkin, beliau sedang diusulkan, tapi nunggu presiden mungkin lagi ada acara," kata Hasbi.

Sementara terkait penonaktifan untuk tersangka Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD), Hasbi bilang akan kembali melakukan pengecekan di Humas MA.

"Saya nggak tau, saya kira di Humas nanti tanyakan, sudah dulu mungkin sudah ada. Pak Sudrajat saya belum tau persis, tapi yang sudah biasanya diberhentikan sementara itu karena belum inkrah," pungkas Hasbi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya