Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Dianggap Pelopor Kereta Modern, Komisi VI DPR Apresiasi KAI

MINGGU, 11 DESEMBER 2022 | 16:52 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kalangan DPR RI menilai PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki rekam jejak dan reputasi yang mumpuni dalam menyelenggarakan pelayanan moda transportasi massal di tanah air selama ini. Baik sebagai moda transportasi angkutan umum maupun barang.

Tak hanya soal pelayanan, DPR juga menganggap bahwa KAI sebagai perusahaan yang paling depan memelopori pembangunan transportasi massal modern yaitu dengan digagasnya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang digagas pemerintah melalui PT. KAI (Persero) bersama 7 perusahaan konsorsium China merupakan tonggak bersejarah bagi dunia perkeretaapian dan bangsa Indonesia khususnya. Proyek yang dimulai tahun 2018 itu, saat ini progres konstruksi pembangunan KCJB sudah mencapai 91,7 persen,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto dalam keterangan tertulis, Minggu (11/12).


Diketahui, kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan kereta api cepat pertama di Asia Tenggara. Darmadi menambahkan, hadirnya KCJB menjadi era baru transportasi massal modern yang cepat, andal, aman, dan nyaman untuk mobilisasi secara optimal serta meningkatkan konektivitas antarkota.

"KCJB diharapkan mampu memicu pembangunan kawasan dan sentra ekonomi baru, serta berpotensi untuk dikembangkan seluruh Indonesia," harap Darmadi.

Menurutnya, sebagai pionir kereta api cepat di Indonesia, KCJB menjadi pusat keunggulan bagi putra dan putri terbaik bangsa untuk ditempa menjadi generasi pertama yang mampu mengoperasikan sarana dan prasarana kereta api cepat di Indonesia.

"Keberhasilan KCJB mewujudkan mimpi Indonesia memiliki kereta api cepat niscaya membuka wawasan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda kita untuk mendorong dunia pendidikan dan industri transportasi massal untuk mendalami dan menguasai teknologi kereta api cepat dalam membangun masa depan infrastruktur modern tanah air," tandasnya.

Disamping memelopori pembangunan kereta modern (KCJB), Darmadi juga mengapresiasi kinerja KAI dalam hal menopang dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Khususnya kala pandemi.

"Di masa pandemi, kinerja angkutan barang terus meningkat. Bahkan angkutan barang KAI di tahun 2022 sampai dengan November telah mencapai 52,6 juta ton. Jumlah tersebut naik 14,1 persen dibanding periode yang sama di tahun 2021 sebanyak 46,1 juta ton," papar Darmadi.

Menariknya lagi, kata dia, KAI melayani berbagai komoditi angkutan barang seperti peti kemas, batu bara, semen, BBM, CPO, pupuk, retail, dan lainnya.

"Angkutan barang menggunakan kereta api memiliki berbagai keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, bebas pungutan liar, dan dikelola oleh SDM yang profesional," puji dia.

Darmadi juga mengapresiasi upaya KAI yang tengah menambah jumlah gerbong barang secara bertahap untuk mengakomodasi target peningkatan volume.

"Target mereka tahun 2027 kan tingkatkan volume angkut sebesar 105 juta ton. Saya kira dengan upaya mereka menambah gerbong, target ini bisa tercapai," kata dia.

Selain itu, Darmadi juga mendorong agar KAI mampu menyukseskan program pemerintah terkait rencana pemberlakuan Zero ODOL (over dimension over load) di awal 2023.

"Kebijakan ini tentu akan berdampak positif terhadap keselamatan masyarakat khususnya pengguna jalan. Angkutan barang KAI hadir untuk dapat mendukung biaya logistik yang kompetitif dan mengurangi dampak eksternalitas seperti kemacetan, polusi, jalan-jalan yang rusak, serta meningkatkan daya saing global," ujarnya.

Darmadi juga mengatakan, kesiapan KAI dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2023 sudah cukup baik.

"Kita apresiasi kesiapan KAI dalam rangka menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2023. Mereka sediakan tiket untuk KA Jarak Jauh sebanyak 2.236.021 tiket," ungkap Bendahara Megawati Institute itu.

Tak hanya itu, kata dia, Keseriusan mereka juga bisa di lihat dari jadwal perjalanan kereta jarak jauh selama Nataru.

"Saya dengar KAI akan mengoperasikan rata-rata 484 KA per hari. Jumlah ini termasuk 56 KA tambahan yang KAI jalankan khusus pada angkutan Nataru ini pada rute-rute favorit seperti Jakarta-Solo pp, Jakarta- Surabaya pp, Jakarta- Yogyakarta pp, Bandung- Surabaya pp, Yogyakarta- Surabaya pp, dan lainnya," ungkap Politikus PDIP itu.

Darmadi mengungkapkan, jumlah KA yang beroperasi pada Nataru tahun ini mengalami peningkatan.

"Meningkat sebesar 29% jika dibandingkan jumlah yang beroperasi pada Nataru tahun lalu yakni sebanyak 375 KA," terang Darmadi.

Bahkan, lanjut dia, untuk mendukung operasional KA-KA pada masa Nataru tersebut, KAI telah menyiapkan 465 unit lokomotif, 1.716 unit kereta, dan 77 unit KRD.

"Kita yakin dengan jumlah unit yang disediakan KAI sambut Nataru 2023 bisa berjalan lancar dan berjalan baik," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya