Berita

Para Pemimpin GCC dan Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan pada Jumat (9/12)/Net

Dunia

Saingi Keberadaan AS, Xi Jinping Janji Beli Lebih Banyak Minyak dari Timur Tengah

MINGGU, 11 DESEMBER 2022 | 15:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Berkurangnya keterlibatan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, memberikan celah bagi China untuk masuk dan  memperkuat pengaruhnya di kumpulan negara kaya minyak itu.

Presiden China, Xi Jinping dalam KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada Jumat (9/12), berjanji untuk mengimpor lebih banyak banyak minyak dan gas alam tanpa mencampuri urusan mereka.

“Tiongkok akan terus mengimpor minyak mentah dalam jumlah besar dari negara-negara GCC, memperluas impor gas alam cair, memperkuat layanan teknik dalam pengembangan hulu minyak dan gas, serta kerja sama dalam penyimpanan, transportasi, dan pemurnian,” kata Xi.


Sindiran intervensi itu ditujukan pada AS yang kerap menggunakan pengaruhnya untuk menekan kebijakan di kawasan Timur Tengah.

Dimuat Associated Press, Beijing dinilai tengah berupaya untuk menempatkan posisinya sebagai mitra yang paling menguntungkan dibandingkian dengan Washington.

Terlebih dalam pertemuan itu, Xi juga meminta agar transaksi dengan negara Arab dilakukan menggunakan mata uang Yuan.

Kebijakan tersebut tampaknya dilakukan untuk mengurangi penggunaan dolar AS yang kerap digunakan dalam perdagangan lintas negara.

Negara-negara Teluk Arab tetap ingin mempertahankan hubungan dekat dengan China bahkan setelah AS meyakini China merupakan ancaman di Asia dan juga berperan dalam kesuksesan perang Rusia.

Pada Jumat (9/12), Xi juga mengadakan pertemuan  dengan Presiden Tunisia Kais Saied, Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, Presiden Mauritania Mohamed Ould Ghazouani dan Sheikh Tamim dari Qatar.

Selama kunjungan itu, pejabat Saudi mengatakan bahwa beberapa kesepakatan telah ditandatangani antara Riyadh dan Beijing, termasuk  yang melibatkan perusahaan teknologi China Huawei.

AS kerap memperingatkan sekutu Teluk Arabnya untuk tidak bekerja sama dengan Huawei karena indikasi tindakan mata-mata.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya