Berita

Suasana Polsek Astana Anyar, Bandung setelah terjadi peristiwa bom bunuh diri/RMOLJabar

Publika

Bom Panci di Bandung Unik

JUMAT, 09 DESEMBER 2022 | 10:22 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

DIPASTIKAN polisi, bomber di Mapolsek Astana Anyar, Bandung menggunakan dua bom panci. Satu di ransel punggung meledak, satu dikaitkan di dada, terpental tidak meledak. Bom panci pun populer lagi.

Bom yang tidak meledak sudah dijinakkan tim Gegana Polri. Diteliti. Suatu kebetulan yang jarang. Unik. Mestinya bom panci itu meledak, tersambar ledakan bom yang meledak. Karena bom panci sangat gampang meledak.

Tapi begitulah kejadiannya. Pelaku berharap kedua bom meledak. Korban pasti bakal lebih banyak.


Bom panci trending pada 2017. Tepatnya, 27 Februari 2017 sekitar pukul 10.00 WIB, saat teroris meledakkan kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, Bandung. Eksekutornya Yayat Cahdiyat, perakit bom Agus Sujatno.

Agus ditangkap, diadili, divonis hukuman empat tahun penjara, dikirim ke Nusakambangan. Ia bebas hukuman akhir September 2021.

Rabu (7/12) Agus mengulangi lagi, bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung. Ia tewas seketika.

Bom panci, rumahnya adalah panci oven. Tertutup rapat dengan penutup yang sekaligus gagang pegangan. Pada lubang buangan panas, ditutup juga. Maka jika terjadi ledakan di dalamnya, panci memperkuat ledakan.

Mesiunya, bahan bom TATP (Triaceton Triperoxide). Biasa digunakan kelompok Al Qaeda dan ISIS. Sebab, biayanya murah, gampang didapat (bisa dibeli online) dan ledakannya dahsyat.

Untuk menambah efek menyakitkan, di dalam panci diisi banyak paku. Saat bom meledak, paku terlontar kencang.

Di Mapolsek Astana Anyar, bom menewaskan pelaku, Agus Sujatno dan polisi anggota Polsek tersebut, Aiptu Agus Sofyan. Melukai sembilan polisi dan seorang warga sipil. Korban luka kena paku, masih dirawat di RS.

Bom panci terkenal sedunia, terjadi di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, 15 April 2013 pukul 14.49 waktu setempat. Terkenal dengan julukan Boston Marathon Bombing. Karena bom meledak di dekat garis finish lomba maraton Boston. Ketika banyak penonton.

Dikutip dari The Daily News. New York. 17 April 2013, bertajuk, "Police narrow in on two suspects in Boston Marathon bombings", pelaku dua orang kakak beradik, Dzhokhar Tsarnaev (dihukum mati) dan adiknya, Tamerlan Tsarnaev (tewas dalam pengejaran polisi). Orang Chechnya yang lama tinggal di AS.

Motifnya, mereka balas dendam atas invasi AS ke Irak dan Afghanistan.

Tapi itu bukan bom bunuh diri. Peracik bom panci Dzhokhar Tsarnaev, eksekutor adiknya, meletakkan panci dengan bahan bom TATP di tempat sampah di keramaian penonton maraton.

Setelah meletakkan bom, Tamerlan Tsarnaev lari. Bom meledak. Sehingga ia selamat.

Tiga tewas. Martin Richard (8) dari Dorchester, Massachusetts. Lingzi Lu (23) dari Liaoning, China. Krystle Campbell (29) Arlington, Massachusetts.

Melukai 264 orang. Umumnya korban kena paku-paku yang melayang. Pelaku tidak terluka. Jeda antara ia meletakkan bom dengan ledakan sekitar tiga menit.

Tito Karnavian, ketika masih Kapolda Metro Jaya berpangkat Irjen, 29 November 2015 menjelaskan tentang bom TATP. Bom yang mematikan. Biasa digunakan Al Qaeda dan ISIS, dijuluki The Mother of Satan.

Tito Karnavian menjelaskan beberapa peristiwa besar menggunakan bom TATP di luar negeri.

Tito: "Pertama, shoe bomber yang digunakan tersangka bernama Richard Reid, warga negara Inggris, yang berangkat dari Paris menuju Miami, tahun 2001."

Richard menaruh TATP dalam sepatunya. Ia hendak membakar sepatunya dan membuat panik, tetapi akhirnya bisa digagalkan.

Peristiwa kedua, lanjut Tito, terjadi di London, 7 Juli 2005. Pelaku menggunakan 4,5 kilogram TATP untuk ngebom bus bawah tanah London.

Akibatnya 52 orang tewas, dan 700 orang lebih terluka. Berikutnya lagi, bom bunuh diri di Manchester Arena, Inggris, tahun 2017, yang menewaskan 22 orang serta melukai 800 orang lainnya.

Tito memberi gambaran, di Indonesia bom TATP digunakan Leopard Wisnu Komala melakukan teror di kawasan elite Mal Alam Sutera, Tangerang, Juli 2015.

Tindakan Leopard terinspirasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Berikutnya, bom TATP jadi bunuhdiri menyerang 3 gereja di Surabaya pada 2018. Jenis bom di 3 gereja tersebut setipe, bom pipa berbahan TATP. Dibungkus paralon.

TATP Tidak perlu jumlah banyak dalam ramuannya. Sebab daya ledaknya dahsyat, high explosive.

Polisi kini masih memeriksa tiga orang kerabat Agus Sujatno. Jika mereka terbukti membantu Agus, bakal jadi tersangka. Jika tidak, dipulangkan.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya