Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Sejalan Instruksi Jokowi, KMI: Kepala Daerah Harus Maksimalkan Langkah Tangani Stunting

JUMAT, 09 DESEMBER 2022 | 00:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Instruksi Presiden Joko Widodo untuk akselerasi penanganan stunting menjadi 14 persen, pada akhir tahun 2024, harus bisa diterjemahkan dan dilaksanakan kepala daerah.

Pasalnya, kata Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI) Edi Homaidi, kasus stunting di Indonesia merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa.

Menurutnya, guna mempercepat penurunan kasus stunting, peran seluruh elemen masyarakat, termasuk para anggota DPR RI, kepala daerah sangatlah diperlukan.


“Kepala daerah disisa waktu hanya dua tahun ini, harus lebih memaksimalkan langkah-langkah penanganan kasus stunting di daerah masing-masing, sehingga target penurunan angka stunting bisa ditercapai,” ujar Homaidi dalam keterangannya, Kamis (8/12).

Para kepala daerah, lanjut eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu, harus memanfaatkan seluruh komponen penta helix secara masif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat maupun lembaga-lembaga non profit dalam rangka mewujudkan inovasi.

“Selain itu juga, harus fokus pada intervensi di lapangan dengan pemantauan dan mengawal arahan pemerintah dengan baik dan sistematis yang melibatkan secara aktif semua level TPPS, hingga desa/kelurahan, dibarengi dengan ketersediaan layanan intervensi spesifik dan sensitif,” terangnya.

Memang, kata Homaidi lagi, pengawalan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan menjadi tugas bersama yang tidak mudah.

"Tapi jangan kendor untuk terus berupaya dalam melakukan akselerasi penanganan stunting di wilayah masing-masing-masing," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya