Berita

Budayawan Jaya Suprana menjadi saksi ahli meringankan dalam kasus Roy Suryo/RMOL

Hukum

Jadi Saksi Ahli Meringankan dalam Sidang Roy Suryo, Jaya Suprana Percayakan Sepenuhnya Putusan kepada Majelis Hakim

KAMIS, 08 DESEMBER 2022 | 15:10 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sidang lanjutan dengan terdakwa KRMT Roy Suryo Notodiprojo terkait kasus rekayasa meme stupa Borobudur kembali digelar di Ruang Sidang Soerjadi Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (8/12).

Adapun agenda persidangan nomor perkara 890/Pid.Sus/2022/PN Jkt.Brt adalah mendengar ahli-ahli a de charge (meringankan) yang dihadirkan oleh Tim kuasa hukum Roy Suryo.

Yakni budayawan Jaya Suprana, ahli hukum pidana ITE Muhammad Taufik, dan ahli hukum pidana Didit Wijayanto Wijaya.


Dalam sidang lanjutan ini, Roy Suryo dihadirkan secara langsung di ruang sidang.

Roy terlihat berada di tempat kuasa hukum duduk dengan mengenakan kemeja bernuansa warna biru lengan panjang.

Kehadiran Jaya untuk menjelaskan unsur kebudayaan yang ada dalam kasus yang menimpa Roy Suryo.

Jaya Suprana pun berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan segala keputusan sebelum menjatuhkan vonis ke Roy Suryo.

"Maka saya percayakan nasib Mas Roy Suryo kepada majelis hakim dengan permohonan agar nilai-nilai kemanusiaan diperhitungkan, dan sejauh kesan saya, yang mulia tampaknya menerima permohonan saya itu dengan tulus juga," kata Jaya Suprana usai persidangan.

Polda Metro Jaya telah menetapkan Roy Suryo sebagai tersangka lantaran mengunggah meme stupa mirip Joko Widodo di akun media sosialnya.

Roy didakwa dengan Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45 A Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kedua, Pasal 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Ketiga, Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya