Berita

Menkopolhukam, Mahfud MD usai menjenguk korban bom bunuh diri/Istimewa

Politik

Mahfud MD: Jaringan Teroris Masih Ada, Walau Sudah Menurun

RABU, 07 DESEMBER 2022 | 21:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD meminta seluruh jajaran aparat mulai dari Polisi, Detasemen Khusus (Densus) 88, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme.

Pesan itu disampaikan Mahfud MD usai terjadinya aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar pukul 8.20 WIB, Rabu (7/12). Akibat kejadian itu 1 anggota kepolisan dinyatakan meninggal dunia, 9 anggota polisi serta 1 warga sipil luka-luka.

"Jaringan teroris itu masih ada meskipun secara kuantitatif sebenarnya sudah menurun. Sejak tahun 2018 sampai sekarang itu sudah jarang terjadinya, sekali-kali terjadi, tetapi masih ada," ujar Mahfud dikutip Kantor Berita RMOLJabar Rabu (7/12).


"Saya baru saja menengok korban (bom bunuh diri) yang terluka, yang meninggal (Aiptu Sofyan) sudah dikuburkan. Kita semua ikut berduka atas peristiwa ini," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud meminta agar masyarakat memaklumi apabila Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak tegas saat menjalankan tugas memberantas teroris.

"Karena memang jaringan teroris masih ada. Karena kan terkadang ada yang nyinyir, kalau kita menangkap teroris dianggap sewenang-wenang. Tapi kalau tidak ditangkap dibilang bodoh atau lalai," sesalnya.

Menurutnya, semua pihak harus saling bekerja sama menjaga Indonesia. Sebab, teroris merupakan musuh kemanusiaan dan bukan pejuang agama apapun.

"Kita melakukan tindakan yang sifatnya preventif, antisipatif, dan preentif. Kita bekerja sama karena ini negara kita bersama dan kita harus hadapi bersama masalah ini. Ke depannya kita semua harus hati-hati," tuturnya.

Saat disinggung mengenai efektivitas program deradikalisasi, Mahfud menjelaskan, deradikalisasi harus terus dilakukan dengan bersungguh-sungguh. Kemudian, seluruh aktivitas mantan narapidana terorisme harus terus dipantau.

"Makanya kita harus bekerja sama, karena teroris itu kalau sudah menjadi ideologi, deradikalisasi harus bersungguh-sungguh dan dipantau terus karena jaringannya masih hidup seperti sudah mati. Padahal selnya masih bergerak dan kalau sudah bergerak biasanya cepat," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya