Berita

Ilustrasi Kepulauan Widi, Maluku Utara/Net

Politik

Kepulauan Widi Akan Dilelang PT LII, Pengamat: Ini Penjajahan Gaya Baru, Harus Dilawan

SELASA, 06 DESEMBER 2022 | 10:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rencana melelang Kepulauan Widi yang terletak di Maluku Utara oleh PT Leadership Islands Indonesia (PT LII) jadi sorotan keras masyarakat. Terlebih pemerintah seolah menutup mata atas terjadinya tindakan korporasi yang melanggar hukum tersebut.

Lebih jauh, rencana ini jelas sangat mengancam kedaulatan Indonesia.

“Ya tentu ini mengancam kedaulatan Indonesia, bahaya," tegas pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/12).  


"Oleh karena itu, semuanya harus menjaga tanah Indonesia, sejengkal tanah Indonesia adalah bagian dari kedaulatan Indonesia. Jadi, sangat disayangkan kalau ada tanah-tanah Indonesia akan dijual kepada pihak asing,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menambahkan, pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama dalam menjaga kedaulatan Indonesia dari pihak-pihak yang mau merusak kedaulatan teritori tanah air.

"Oleh karena itu, kita jaga bangsa ini bersama-sama. Agar apa? Agar tanah kita, khususnya di kepulauan Maluku, tidak terjadi pelelangan kepada pihak asing,” katanya.

Menurutnya, tindakan pelelangan Kepulauan Widi merupakan gaya penajajahan baru yang harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

"Harus kita lawan segala bentuk penjajahan gaya baru. Ini kan penjajahan gaya baru juga, bahwa pulau-pulau Indonesia dilelang ke asing dan bisa milik asing. Ini tentu merusak Indonesia, seandainya lelang itu betul dan terjadi,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya