Berita

Laksamana Yudo Margono calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa/RMOL

Politik

Segera Gantikan Andika Perkasa, Ini Harapan Mahfud MD untuk Laksamana Yudo Margono

SENIN, 05 DESEMBER 2022 | 21:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ucapan selamat kepada KSAL Laksamana Yudo Margono terlontar dari Menko Polhukam Mahfud MD lewat akun media sosialnya.

Mahfud menilai, Laksaman Yudo Margono cocok dan pantas menjadi pengganti Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI baru. Menurut Mahfud, Laksamana Yudo mampu menyikapi setiap gangguan kedaulatan laut di Indonesia.

Selain itu, Mahfud berharap Laksamana Yudo mampu menjadi seorang Panglima TNI yang bisa menegakkan HAM meskipun lahir dari angkatan laut.


"Kemampuan Pak Andika dan Pak Yudo sama, hanya titik tekannya yang berbeda. Misalnya Pak Andika sangat concerned terkait penegakan hukum dan HAM, sedangkan Pak Yudo sangat concerned dalam menjaga kedaulatan dan hak berdaulat atas laut kita,” kata Mahfud, Senin (5/12).

Meski demikian, Mahfud meyakini titik perhatian Jenderal Andika  dalam penegakan hukum dan HAM bisa tetap dilanjutkan oleh Yudo Margono.

Dia mengingatkan, sejak tahun 2022 dalam sidang tahunan Dewan HAM PBB, catatan buruk dan negatif tentang pelanggaran HAM tak disebutkan lagi. Apalagi, pada pertengahan tahun ini Mahfud mengaku menyimak langsung pidato Ketua Dewan HAM PBB.

Dalam pidato itu, kata Mahfud, Dewan HAM PBB memberikan catatan atau merujuk pada 49 negara tentang pelaksanaan kemajuan HAM. Untuk ndonesia tidak lagi masuk dalam daftar tersebut.

Atas dasar itu, dia berharap agar Laksamana Yudo Margono bisa menjaga marwah Indonesia yang kini sudah terlepas dari peringkat pelanggaran HAM dunia.

"Tahun 2019 Indonesia masih disebut atau sedikit dirujuk tapi tahun 2020, 2021, 2022 sudah tidak lagi dirujuk. Panglima TNI, baik Pak Hadi maupun Pak Andika, saat itu sangat paham bagaimana mengatasi isu pelanggaran HAM di Indonesia. Semoga ini bisa tetap kita jaga bersama di bawah kepanglimaan Pak Yudo Margono,” tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya