Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin/Net

Politik

Puteri Komarudin Minta Pemerintah Waspadai Pelemahan Global

SENIN, 05 DESEMBER 2022 | 18:41 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintah Indonesia diminta mewaspadai pelemahan ekonomi global. IMF dan World Bank, memperkirakan situasi ekonomi global tahun depan akan makin berat.

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mengatakan, situasi itu sangat berdampak pada ekonomi domestik. Atas hal itu, Indonesia diimbau mewaspadai potensi pelemahan ekonomi global.

Dikatakan Putri Komarudin, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi global turun menjadi 2,7 persen, sedangkan World Bank lebih rendah lagi yaitu 0,5 persen. Menurut Putri, kondisi itu karena pandemi yang belum berakhir.


"Namun dunia kembali dihadapkan tantangan lain seperti konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan,” demikian kata Puteri, Senin (5/12).
 
Selain itu, Putri berpendapat bahwa ketegangan Ukraina dan Rusia akan memicu peningkatan risiko berupa krisis pangan, energi, hingga pupuk.

Bukan hanya itu, dalam pandangan Puteri, situasi itu memicu lonjakan inflasi di sejumlah negara maju, seperti AS.

Kondisi ini direspons dengan pengetatan kebijakan moneter dan peningkatan suku bunga. Tentu saja hal ini berimbas pula pada peningkatan arus modal keluar dan pelemahan nilai tukar di sejumlah negara berkembang.
 
"Berbagai kombinasi tantangan inilah yang kemudian memicu risiko pelemahan ekonomi global. Sehingga patut kita antisipasi dan waspadai terhadap kinerja ekonomi domestik,” ujar Puteri.
 
Ia menambahkan, di tengah risiko pelemahan ekonomi global, ekonomi Indonesia justru masih tetap tangguh dan tahan banting.

Kata Puteri, pada kuartal III-2022 saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,7 persen, atau terus melanjutkan tren peningkatan sejak kuartal pertama dan diprediksi akan tumbuh di atas 5 persen pada kuartal IV-2022.
 
Karena itu, ia menilai inflasi di Indonesia dinilai masih cukup stabil dan terkendali. Hal itu tentu menjadi modal kita untuk tetap optimis dalam menghadapi risiko pelemahan ekonomi global tahun depan.

"Bahkan, sejumlah lembaga internasional memperkirakan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh sekitar 4,8-5,1 persen," ujar politisi Golkar itu.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya