Berita

Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Survei Median, Jika Prabowo Berpasangan dengan Cak Imin Elektabilitas Makin Besar

SENIN, 05 DESEMBER 2022 | 17:21 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Hasil survei Media Survei Nasional (Median) menunjukkan tingkat elektabilitas Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo bersaing ketat sebagai calon presiden (capres) Pilpres 2024. Elektabilitas Prabowo diposisi pertama dengan 24,2 persen, Anies posisi kedua dengan 23,8 persen dan Ganjar 23,7 persen.

Menurut direktur eksekutif Median Rico Marbun, peluang untuk memperlebar keunggulan atas Anies dan Ganjar dalam persaingan Pilpres 2024 itu, harus bisa didukung dengan elektabilitas cawapresnya. Dalam hal ini menurutnya sosok Muhaimin Iskandar terbukti mampu memberikan daya dukung positif bagi keunggulan elektabilutas Prabowo atas pesaingnya.

"Berdasarkan simulasi yang kami buat, jika berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, maka pasangan ini kemungkinan mampu unggul dari pasangan lainnya," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (5/12).


Rico menambahkan, dalam survei terbaru terlihat bahwa elektabilitas Prabowo hanya unggul tipis atau di bawah 1 persen terhadap Anies dan Ganjar jika sendiri. Namun di dalam simulasi, menurutnya, jika dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar, elektabilitas keduanya bisa mengungguli pasangan lainnya hingga 3 persen.

"Keungguluan elektabikitas Prabowo atas Anies dan Ganjar terlihat menjauh, sekitar 2-3 persen jika berpasangan dengan Muhaimin," katanya.

Menurut Rico, dari beberapa simulasi pasangan capres-cawapres yang muncul, pasangan Prabowo-Muhaimin menurutnya yang paling besar kemungkinan terwujud. Apalagi telah terjadi kesepakatan di antara kedua partai yang mengusungnya.

"Pasangan Prabowo-Muhaimin cukup didukung dua partai yaitu Gerindra dan PKB. Keduanya juga merupakan ketua umum partai. Sehingga soliditas koalisi lebih mudah terjadi ketimbang koalisi lain yang terdiri lebih dari dua partai," ungkapnya.

Seperti diberitakan, dalam survei terbarunya, Median sempat malakukan enam simulasi terhadap elektabilitas pasangan capres-cawapres. Dimana dalam  skenario pertama

Prabowo Subianto-Cak Imin 29,4 persen Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 27 persen Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto 26,9 persen Puan Maharani-Andika Perkasa 3 persen Tidak tahu/tidak jawab 13,6 persen

Skenario kedua
Prabowo Subianto-Cak Imin 30,1 persen Anies Baswedan-AHY 27,5 persen Ganjar Pranowo-Erick Thohir 25,8 persen Puan Maharani-Andika Perkasa 2,4 persen Tidak tahu/tidak jawab 14,2 persen.

Skenario ketiga
Prabowo Subianto-Cak Imin 29,8 persen Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto 26,3 persen Anies Baswedan-Ahmad Heryawan 25,8 persen Puan Maharani-Sandiaga Uno 6 persen Tidak tahu/tidak jawab 12,1 persen.

Skenario keempat
Prabowo Subianto-Cak Imin 30 persen Anies Baswedan-AHY 26,5 persen Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto 26 persen Puan Maharani-Ridwan Kamil 8 persen Tidak tahu/tidak jawab 9,5 persen

Skenario kelima
Prabowo Subianto-Cak Imin 29,6 persen Anies Baswedan-AHY 26 persen Ganjar Pranowo-Zulkifli Hasan 25 persen Puan Maharani-Ridwan Kamil 9 persen Tidak tahu/tidak jawab 10,4 persen.

Skenario keenam
Prabowo Subianto-Cak Imin 29,6 persen Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil 26,4 persen Anies Baswedan-AHY 25,6 persen Tidak tahu/tidak jawab 18,4 persen

Survei yang dilakukan pada 9-17 November 2022 itu, menggunakan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Survei dilakukan pada warga yang memiliki hak pilih dengan jumlah 1.200 responden. Dengan margin of error survei sebesar +/- 2,83 persen. Sedangkan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya