Berita

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga/RMOL

Politik

Jamiluddin Ritonga: Masyarakat Sudah Tidak Peduli Siapa yang Diendorse Jokowi jadi Capres

MINGGU, 04 DESEMBER 2022 | 15:32 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Upaya Endorse Presiden Joko Widodo terhadap beberapa nama untuk menjadi calon presiden (capres) terkesan sudah seperti barang yang diobral.

Pandangan itu disampaikan pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (4/12).

Menurut Jamiluddin, nama seperti barang yang diobral, kesannya nilai jualnya sudah menurun.


"Barang yang diobral itu ingin dijual cepat untuk.mengurangi beban gudang dengan harga discount besar-besaran," demikian kata Jamiluddin.

Dalam pandangan Jamiluddin, ibarat barang yang diobral itu serupa dengan sosok yang di-endorse oleh Jokowi. Ia menilai, ketika Jokowi meng-endorse Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan lainnya, terkesan sudah tidak ada lagi gregetnya.

"Nilai jual dari sosok yang di endorse bukan bertambah naik, tapi terkesan justru menurun. Masyarakat terkesan sudah tidak peduli siapa yang diendorse Jokowi," tambahnya.

Apalagi, mengacu data hasil survei Litbang Kompas. Disebutkan, hanya 15 persen yang akan mengikuti anjuran Jokowi dalam menentukan presiden selanjutnya.

Jadi, hanya sedikit anak bangsa yang masih percaya atas ajakan Jokowi. Artinya, Jokowi sudah tidak dinilai tidak kredibel lagi oleh sebagian besar anak bangsa.

Pendaat Jamiluddin, orang yang dinilai sudah tidak kredibel, tentu sudah tidak berpengaruh lagi. Ajakannya pada umumnya sudah akan dianggap angin lalu.

"Karena itu, sosok yang diendorse Jokowi sudah tidak seharusnya mengusungkan dada. Sebab, peluang dijauhi masyarakat akan lebih besar daripada memilihnya," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya