Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Bandingkan Dana Covid Vs IKN, Logika Jokowi Berbahaya

MINGGU, 04 DESEMBER 2022 | 08:07 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo kembali melontarkan pernyataan yang dianggap berbahaya, di samping berdampak pada situasi negara yang semakin terpuruk dengan utang menggunung.

Salah satu pernyataan Jokowi yang dianggap adalah, terkait perbandingan soal biaya penanganan Covid-19 dengan biaya pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara.

"Pernyataan Jokowi soal biaya covid Rp 1.700 T saja bisa masa untuk IKN Rp 460 T grogi, ini berbahaya," ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (4/12).


Muslim mengatakan, dana penanganan pandemi Covid-109 selama ini berasal dari utang dan hingga saat ini tidak diketahui dengan jelas penggunaannya untuk apa saja. Terlebih terdapat payung hukum pelindung yang jika terjadi penyimpangan anggaran tersebut tidak diaudit, diusut dan diadili.

"Jadi gelap. Ke mana dana Covid itu dipergunakan? Padahal ini dana utang. Dan negara harus mengembalikan dana tersebut. Dan sudah pasti jadi beban negara, beban rakyat akibat dana utang terus membengkak," kata Muslim.

Saat ini saja kata Muslim, posisi utang telah mencapai Rp 7.400 triliun lebih. Di mana, beban utang bukan berkurang, melainkan terus semakin bertambah dari waktu ke waktu.

"Sekarang Jokowi mencoba bandingkan rencana dana IKN Rp 460 T dengan dana Covid. Dari sisi UU IKN saja direvisi akibat pembuatannya tergogop seperti mau kejar target. Apalagi sumber keuangan IKN masih ditawarkan sana sini dan belum jelas investornya. Lalu mau berutang lagi untuk biayai IKN, bukankah ini berbahaya?" jelas Muslim.

Utang sendiri, lanjut Muslim, akan terus ada dan menggunung, bahkan ketika Jokowi tidak berkuasa lagi.

Muslim pun mencurigai, Jokowi tetap mau kebut proyek IKN sebagai alasan agar dapat perpanjang jabatan tiga periode untuk menuntaskan IKN.

Meski telah dibantah berkali-kali, tetapi proyek-proyek, termasuk kereta api cepat Jakarta-Surabaya seakan menjadi dalih tersembunyi bagi Jokowi untuk terus memegang kekuasaan. Walaupun rakyat telah menginginkan segera terjadinya pergantian kepemimpinan yang konstitusional dan demokratis.

Padahal dari sisi pembangunan infrastruktur mangkrak dan ketika jadi pun mengalami kerugian, sehingga tetap menjadi beban keuangan negara.

"Tetap saja mau gunakan logika dana Covid dengan dana IKN, nampaknya semua dalih itu dapat dianggap sebagai alibi untuk tetap berkuasa," ucap Muslim.

"Kayanya logika Jokowi itu logika oligarki bukan logika rakyat ya?" pungkas Muslim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya