Berita

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan/Net

Politik

Ferry Mursyidan Baldan Diduga Terkena Serangan Jantung usai Minum Obat Sakit Gigi di Parkiran Bidakara

JUMAT, 02 DESEMBER 2022 | 15:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan diduga meninggal dunia karena terkena serangan jantung.

Dugaan ini disampaikan adik ipar Ferry Mursyidan Baldan, Syahrial Nasution saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/12).

Kepada redaksi, Syahrial menjelaskan bahwa Ferry pada Kamis (1/12) berpamitan kepada sang istri, Hanifah untuk menghadiri acara di Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Sementara Hanifah yang merupakan kakak Syahrial pada hari itu juga melakukan perjalanan ke Cianjur, Jawa Barat.


Malam hari, sekitar pukul 12 malam, Hanifah pulang dari Cianjur. Tapi dia tidak mendapati sang suami pulang.

Pagi hari (Jumat, 2/12), Ferry juga belum ada di rumah. Padahal di pagi itu seharusnya Ferry menghadiri rapat MPR di Hotel Santika. Hanifah yang khawatir lalu mengecek daftar hadir di acara tersebut dan tidak didapati Ferry hadir.

Lalu dia meminta anggota keluarga untuk mencari ke Bidakara. Didapati Ferry sedang berada dalam mobil di area parkiran dalam keadaan tiduran. Diduga Ferry usai meminum obat sakit gigi dan kemudian ketiduran.

“Mungkin almarhum (langsung) kena serangan jantung dan tidak bangun lagi,” tutur Syahrial Nasution.

Ferry merupakan mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menjabat pada tahun 1990 hingga 1992. Dia juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Ferry sempat pindah ke Partai Nasdem hingga akhirnya menjadi Menteri ATR/BPN di era Presiden Joko Widodo periode pertama.

Adapun rumah duka berada di Jalan Anggrek Cendrawasih IX Nomor 24, Slipi, Jakarta.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya