Berita

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti/Net

Politik

Soal Video Benny Rhamdani, Ray Rangkuti: Sedih Saya, Makin Jauh dari Substansi Relawan

RABU, 30 NOVEMBER 2022 | 09:29 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tindakan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani terhadap Presiden Jokowi dinilai jauh dari substansi atau arti kata relawan.

Dalam video yang diterima redaksi, ketika berbincang dengan Presiden Joko Widodo di acara Relawan Jokowi, Benny meminta izin untuk melawan pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Benny menyatakan agar ada penegakan hukum bagi mereka yang berseberangan dengan Jokowi.  

“Kalau mau tempur lapangan kita lebih banyak, nah kalau Bapak tidak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka maka penegakan hukum yang harus," tegas Benny saat di hadapan Jokowi


Menyikapi hal ini, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengaku sedih atas perilaku yang dibuat Benny.

"Sedih saya menontonnya, makin jauh dari subtansi relawan. Relawan itu adalah mereka yang secara suka rela untuk memenangkan dan mengawal agenda reformasi untuk dilaksanakan oleh figur presiden yang dipilih," kata Ray kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/11).

Justru sebaliknya, Ray menyarankan agar Benny yang dalam hal ini sebagai relawan harus memastikan masyarakat bebas untuk mengkritik jalannya pemerintahan.

Selagi, kritik tersebut tepat sasaran atau sesuai dengan substansi dan berdasar pada data serta fakta.

"Maka karena itu, relawan sejatinya bertindak, pertama memastikan bahwa agenda reformasi berlangsung. Termasuk di dalamnya menjaga agar masyarakat bebas melakukan kritik, menyampaikan pendapat dan berekspresi. Jangan gegabah melabeli kritik dengan penghinaan kepala negara atau sebagainya," kata Ray.

Bukan hanya itu, Ray menyebut relawan juga ikut menjaga pemerintah agar tidak menjadi anti demokrasi.

Dari sinlah, Ray belum melihat peran Benny benar-benar menjadi relawan Jokowi.

"Menjaga agar pemerintah dapat menjankan agenda reformasi dari kemungkinan munculnya kepentingan anti demokrasi. Dalam dua hal ini, saya tidak melihat apa yang dilakukan oleh relawan terjadi," tutup Ray.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya