Berita

Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara relawan pendukungnya di SUGBK, Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu/Net

Politik

Pengamat: Rambutnya Tidak Putih Semua, Jokowi Akui Dirinya Tidak Memikirkan Rakyat

SELASA, 29 NOVEMBER 2022 | 08:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemimpin yang memikirkan rakyat, menurut Presiden Joko Widodo, adalah yang memiliki rambut putih semua dan wajah berkerut. Akan tetapi, Presiden Jokowi sendiri rambutnya tidak putih semua. Artinya, secara tidak langsung, Jokowi mengakui dirinya tidak memikirkan rakyat.

Begitu yang disampaikan oleh Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menanggapi pernyataan Presiden Jokowi di acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada Sabtu kemarin (26/11).

"Saya melihat pernyataan Jokowi betolak belakang dengan dirinya sendiri, di mana Jokowi rambutnya masih hitam, tidak seperti yang ia katakan pemimpin yang memikirkan rakyat rambutnya putih," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/11).


Apa yang disampaikan oleh Jokowi, kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, sangat tumpang tindih. Di mana, Jokowi sebagai orang yang menyatakan pemimpin yang memikirkan rakyat harusnya berambut putih, tapi berseberangan dengan dirinya sendiri yang rambutnya hitam.

"Bisa jadi atas analogi tersebut, Jokowi tidak memikirkan rakyat karena rambutnya tidak putih. Dan bisa jadi pula Jokowi tidak melakukan apa yang diharapkan oleh masyarakat karena rambutnya tidak putih," papar Saiful.

Menurut Saiful, apa yang dilontarkan oleh Presiden Jokowi tersebut tidak patut disampaikan oleh seorang presiden.

"Ia hanya mendasarkan pada hal yang tidak objektif dan bertentangan dengan pribadi Jokowi yang justru bertentangan dengan apa yang ia sampaikan," pungkas Saiful.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya