Berita

Calon tunggal Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono/Ist

Publika

Laksamana Yudo Margono dan Poros Maritim Dunia

OLEH: MUHAMMAD SUTISNA*
SENIN, 28 NOVEMBER 2022 | 22:34 WIB

MASA jabatan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang bakal berakhir pada Desember 2022 karena memasuki masa pensiun sudah ramai menjadi perbincangan berbagai macam kalangan mulai dari rakyat biasa hingga para tokoh terkemuka di Republik ini.

Dimana hampir dipastikan Laksamana Yudo Margono yang saat ini menjabat sebagai KSAL resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI, dan akan segera menjalani fit and proper test di Komisi I DPR RI.

Lalu berbicara kiprah Yudo Margono selama berkarir di TNI merupakan sosok yang luar biasa. Bagaimana tidak anak petani dari pelosok Madiun ini berhasil membuat hati Presiden Joko Widodo terpincut hingga mengangkatnya menjadi KSAL beberapa waktu silam, dan sekarang kembali diangkat sebagai Panglima TNI.


Bahkan berkat kepiawaiannya berkarir di dunia TNI membuatnya mendapatkan berbagai penghargaan dan brevet. Brevet yang ia dapatkan, yakni Brevet Atas Air, Brevet Selam TNI AL, Brevet Kavaleri Marinir Kelas I, Brevet Hiu Kencana, Brevet Kopaska, Brevet Kesehatan TNI AL, Brevet Tri Media (Taifib), Brevet PTAL (Denjaka), Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi, Wing Penerbang TNI AU, serta Wing Penerbal.

Selain itu ada hal yang membuat namanya mulai harum ketika menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) yang berhasil mengusir Kapal China di Perairan Natuna. Dimana pada awal Januari 2020, nelayan di Natuna, Kepulauan Riau, merasa risau dengan kehadiran kapal-kapal China yang menangkap ikan secara ilegal di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Bahkan Kehadiran kapal nelayan China sampai dikawal oleh dua Coast Guard China atau kapal penjaga pantai China dan satu kapal pengawasan perikanan milik China.

Tentunya atas kondisi tersebut membuat Pemerintah Indonesia geram. Dan sampai membuat Yudo harus berkantor sementara di Natuna agar bisa memantau secara berkelanjutan situasi di Natuna untuk memantau pergerakan kapal-kapal China melalui patroli maritim.

Berkat aksinya yang terjun langsung ke lapangan, lambat laun Pada 12 Januari 2020, kapal-kapal China yang sebelumnya berada di Natuna pun berlahan hengkang dari area perairan ZEEI.

Lalu terkait Poros Maritim Dunia yang selama ini dikampanyekan Presiden Joko Widodo, berhasil ditafsirkan dengan baik oleh Yudo Margono selama menjabat sebagai KSAL. Hal itu dibuktikan dengan kebijakan kebijakan Yudo dalam memperkuat peran diplomasi maritim TNI AL

Seperti pertemuan Joint Naval Working Group di Singapura pada April 2022 silam, yang menghasilkan sebuah kesepakatan antara TNI AL dengan Republic Singapore Navy (RSN) yang berhasil membuat beberapa kesepakatan seperti rencana kerjasama operasi, latihan, pendidikan/kursus dan pertukaran personil kedua Angkatan Laut baik level taktis dan strategis.

Selain itu, peningkatan kerjasama secara langsung melibatkan alat utama sistem senjata masing-masing untuk menanggulangi isu-isu keamanan maritim dan sengketa perbatasan laut yang terdampak masalah Laut China Selatan dan krisis Ukraina.

Yudo Margono juga memiliki peran yang signifikan terkait suksesnya penyelenggaraan Super Garuda Sheild 2022. Dimana pada latihan gabungan tersebut yang pada biasanya hanya melibatkan unsur matra Darat, tahun ini matra Laut juga terlibat. Bahkan TNI AL mengerahkan beberapa armadanya seperti  KRI Bung Tomo-357, KRI Fran Kaisepo-368, KRI John Lie-358, KRI Makassar-590, satu Heli Aks Panther HS-1311, dan lima kendaraan tempur amfibi LVT-7 Kormar.

TNI AL yang dinakhodai Yudo Margono juga memiliki peran terkait suksesnya penyelenggaraan G20 di Bali, dengan melakukan siaga penuh untuk mengamankan perairan disekitar Pulau Bali. Yudo mengerahkan 14 Kapal perang Republik Indonesia (KRI) dengan melakukan pola pengamanan berlapis mulai dari pantai hingga menjauhi pantai menuju laut.

Berbagai upaya dan kinerja Yudo Margono inilah yang membuatnya layak menjadi Panglima TNI, atas kinerjanya yang berhasil menaikan kelas personel TNI AL menjadi world classnavy. Bukan hanya sekedar memang gilirannya TNI AL yang menjadi Panglima.

Sehingga kedepan TNI yang akan dipimpin Yudo Margono ini  mampu membaca situasi dinamika global yang tidak dapat diprediksi untuk mengantisipasi berbagai macam tantangan, ancaman dan hambatan yang dapat menggangu stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

*Penulis adalah Co Founder Forum Intelektual Muda

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya