Berita

Ketua DPP PDIP Said Abdullah/Net

Politik

Berang Benny Rhamdani “Izin Tempur”, PDIP ke Jokowi: Bukan Relawan Itu, Tinggalkan Saja

SENIN, 28 NOVEMBER 2022 | 15:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

PDI Perjuangan berang dengan sikap relawan Jokowi yang juga Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani ihwal pernyataannya yang viral di media sosial “minta izin tempur” dengan rival Presiden Joko Widodo.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyarankan agar lebih baik meninggalkan relawan yang dinilainya menjerumuskan Presiden Jokowi.

“Kalau ada relawan yang seperti itu, tinggalkan saja. Iya, itu bukan relawan itu,” tegas Said kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11).


Menurut Said, pernyataan Benny tersebut sangat tendensius hingga meminta “izin tempur” dengan rival Jokowi. Sebab, instrumen hukum sudah mengatur tegas mengenai ujaran kebencian dan sejenisnya itu. Sangat tidak etis pula apabila Presiden Jokowi mengintervensi hukum.

“Lho, elu bayangin aja, minta restu untuk gempur orang, presiden kita etikanya, presiden kita punya etik yang luar biasa, punya sopan santun luar biasa, dan dan bapak Presiden kita tidak mungkin akan mencampuri urusan hukum,” tegas Said.

“Kalau ada relawan yang seperti itu, itu menakutkan bagi saya,” imbuhnya.  

Video Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani soal ajakan perang kepada mereka yang bersebrangan dengan Joko Widodo viral di media sosial.

Video berdurasi 49 detik ini memperlihatkan Benny tengah menyampaikan pendapatnya di hadapan Presiden Jokowi disela acara Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Sabtu kemarin (26/11).

“Kita gemas pak ingin melawan mereka. Kalau mau tempur di lapangan kita lebih banyak. Nah kalau bapak tidak mengizinkan kita tempur di lapangan makanya penegakkan hukum yang harus (dipakai),” kata Benny dalam video itu.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya