Berita

Pengarahan Presidensi G20 India/Net

Dunia

Presidensi G20 India Berikan Pengarahan Khusus bagi Para Utusan

MINGGU, 27 NOVEMBER 2022 | 15:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jelang KTT G20 India yang akan dilangsungkan tahun depan, Presidensi mengadakan pengarahan khusus bagi para utusan, tamu undangan dan organisasi internasional terkait.

Pengarahan itu diadakan di Swaraj Dweep di Kepulauan Andaman dan Nikobar, India pada Sabtu (26/11). G20 Sherpa, Amitabh Kant secara langsung memberikan pengarahan terperinci untuk jadwal acara selama satu tahun ke depan.

Amitabh mengungkapkan kembali pernyataan Perdana Menteri Narendra Modi di KTT G20 Bali yang menyebut Kepresidenan India akan inklusif, ambisius, tegas, dan berorientasi pada tindakan.


Kepala Koordinator G20, Harsh Vardhan Shringla juga turut hadir menyampaikan aspek substantif, operasinal, dan logistik dari berbagai interaksi G20 selama Kepresidenan India.

Di akhir pengarahan, OSD (Operasi) Muktesh Pardeshi dan AS (G20),  Abhay Thakur menjawab berbagai pertanyaan dari partisipan tentang perjalanan, visa, protokol, keamanan, dan partisipasi para undangan.  

Para utusan diberi pengarahan terperinci tentang sejarah, budaya, lingkungan, dan perkembangan pulau Andaman & Nicobar oleh Sekretaris Utama, Keshav Chandra.

Selain pengarahan, para utusan juga mengikuti sesi yoga, dilanjutkan dengan kegiatan membersihkan pantai, yang melambangkan gaya hidup pro-planet, berkelanjutan, dan pendekatan satu Bumi.

Mereka juga mengunjungi Penjara bersejarah di Port Blair, tempat sejumlah besar pahlawan India dipenjarakan selama perjuangan kemerdekaan.

Kunjungan diakhiri dengan program budaya oleh seniman lokal.

Dimuat ANI News, sekitar 40 utusan dan Organisasi Internasional hadir dalam sesi pengarahan KTT G20 India tersebut.

Pertemuan hari itu bertepatan dengan Hari Konstitusi India dan peringatan 14 tahun serangan teror Mumbai (26/11).

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya