Berita

Ahmed Abdallah Sambi/Net

Dunia

Korupsi Pengadaan Paspor, Mantan Presiden Komoro Abdallah Sambi Terancam Dibui Seumur Hidup

SABTU, 26 NOVEMBER 2022 | 13:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ganjaran hukuman penjara seumur hidup menanti mantan presiden Komoro, Ahmed Abdallah Sambi, setelah Komisaris Pemerintah Komoro untuk Pengadilan Keamanan Negara meminta pengadilan mendakwanya dengan pasal pengkhianatan tingkat tinggi.

Prensa Latina melaporkan, mantan kepala negara itu dituduh melakukan korupsi administratif, termasuk mengumpulkan kekayaan jutaan dolar dari penjualan paspor Komoro kepada orang-orang yang tinggal di negara-negara yang berbatasan dengan Teluk Persia.

Abdallah Sambi, yang memerintah dari 2006 hingga 2011, menolak hadir di pengadilan yang menurutnya tidak adil.


Dalam penyampaian dakwaan, jaksa penuntut mengatakan bahwa mantan presiden itu telah mengkhianati misi yang dipercayakan kepadanya oleh rakyat Komoro.

"Abdallah Sambi menjual paspor seolah-olah itu kacang," kata salah satu pengacara dari Kejaksaan Agung.

Sementara itu pengacaranya mengklaim bahwa tidak ada bukti kekayaan yang disebutkan oleh jaksa karena tidak ada rekening bank atas namanya yang ditemukan.

Tim pembela yang menyarankan dia untuk tidak hadir di pengadilan pada hari Selasa dan Rabu karena mereka menolak tuduhan tersebut dengan alasan bahwa kasus tersebut bias.

“Mantan presiden Komoro memutuskan untuk memboikot sidang tersebut. Dia mencela prosedur yang bias," kata tim pengacara saat konferensi pers.

Komoro adalah negara kepulauan yang terletak di Afrika Timur. Dulunya bernama Republik Islam Federal Komoro. Komoro berada di antara daratan benua Afrika dan Pulau Madagaskar, dan merupakan negara Arab terkecil kedua setelah Bahrain.

Dikutip dari detikTravel, Komoro disebut  membingungkan karena letak dan statusnya. Secara geografis masuk ke Afrika, namun Komoro juga masuk dalam Liga Arab.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya