Berita

Tim Medis Medical Intelligence (MI) membantu korban gempa di Desa Pameungpeuk, Cijedil, Kecamatan Cigunang, Cianjur/Ist

Nusantara

BIN Terjunkan Tim Medical Intelligence Berikan Layanan Kesehatan Korban Gempa Cianjur

SABTU, 26 NOVEMBER 2022 | 00:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tim Badan Intelijen Negara (BIN) masih terus menyisir daerah yang masih memerlukan bantuan pascagempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Utamanya, daerah yang belum terjangkau pelayanan kesehatan yang memadai akibat terputusnya akses jalan maupun minimnya sarana akomodasi masyarakat.

Salah satu lokasi yang disambangi BIN memalui Tim Medis Medical Intelligence (MI) adalah korban gempa di Desa Pameungpeuk, Cijedil, Kecamatan Cigunang, Cianjur.

Ketua Tim Dokter Medical Intelligence BIN Sri Wulandari mengatakan, kehadiran Tim Medis MI BIN untuk membantu para korban gempa yang memiliki keterbatasan mengakses sarana kesehatan.


“Kami melihat, selain membutuhkan dukungan untuk memenuhi masalah logistik dasar, para korban mempunyai persoalan terkait kesehatan. Untuk itu, kami hadir melalui door to door” ujar Wulan dalam keterangannya, Jumat (26/11).
 
Guna mengantisipasi kemungkinan tingkat kerawanan kesehatan korban, Tim MI BIN juga menyiagakan unit ambulan berserta 2 orang dokter dan 7 orang tenaga medis terlatih.

Selain itu, juga disediakan obat-obatan pendukung sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas untuk pengobatan berjalan.

Layanan kesehatan door to door MI BIN mendapat sambutan positif dari masyarakat terdampak gempa Cianjur. Masyarakat sangat terbantu mengingat pelayanan kesehatan saat ini sulit didapat, terutama daerah tidak bisa dijangkau oleh tim kesehatan.

Kepala Desa Cijedil, Puhidin mengapresiasi layanan kesehatan door to door yang dilaksanakan MI BIN. Dia berharap layanan tersebut dapat terus ditingkatkan jangkauannya.

"Ini mengingat masih ada desa yang belum bisa didatangi tim kesehatan," pungkasnya.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya