Berita

Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar/Net

Politik

PKB Kalah dari Gerindra, Cak Imin Lebih Layak jadi Cawapres Prabowo Subianto

JUMAT, 25 NOVEMBER 2022 | 18:49 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Koalisi Gerindra dan PKB berpotensi goyah seiring masih ngototnya Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar untuk menjadi calon presiden (capres).

Dinamika politik yang berkembang, ngotonya Prabowo maupun politisi yang karib disapa Cak Imin menjadi capres memang wajar. Sebab, keduanya diamanahkan partainya untuk menjadi capres.

Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, Prabowo dan Cak Imin akan tetap bertahan menjadi capres sebelum partai menganulirnya. Hal itu memang dapat menggoyahkan koalisi Gerindra-PKB.


"Walaupun dalam logika politik, Cak Imin memang lebih layak menjadi cawapresnya Prabowo," demikian pendapat Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/11).

Dalam pandangan Jamiludin ada dua pertimbangan mengapa Cak Imin hanya layak menjadi cawapres Prabowo.

Pertama, elektabilitas Cak Imin kalah jauh dengan Prabowo. Karena itu, wajar kalau Prabowo yang lebih layak menjadi capres.

Dua, perolehan suara Pileg 2019 PKB juga kalah dengan Gerindra. Atas dasar itulah, Jamiluddin menilai, ebih logis Prabowo yang menjadi capres daripada Cak Imin.

Saran Jamiluddin, fakta politik itu harus disadari PKB dan Cak Imin. Jika tidak, tentu tidak akan ada titik temu antara PKB dan Gerindra.

Jika tidak ada titik temu, Jamiluddin memprediksi akan membuka ruang terganggunya upaya untuk memperkuat koalisi kedua partai. Bahkan kalau Cak Imin dan PKB tetap ngotot, koalisi berpeluang besar akan bubar.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya