Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Menko Airlangga Tekankan Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan untuk Tingkatkan Necara Dagang Migas

KAMIS, 24 NOVEMBER 2022 | 21:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara perlahan bergerak ke arah kian positif. Pada triwulan III tahun 2022, ekonomi nasional mampu mencatatkan kinerja impresif sebesar 5,72 persen (yoy). Hal ini, seiring dengan tingkat inflasi yang juga memperlihatkan penurunan menjadi ke 5,71 persen (yoy) di bulan Oktober 2022.

Kondisi tersebut, dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara "the bright spot in the dark" dalam perekonomian global yang masih tumbuh melambat.

"Secara spasial, pertumbuhan Indonesia juga membaik. Yang tertinggi yakni wilayah Sulawesi (8,24 persen), Maluku dan Papua (7,51 persen), kemudian diikuti oleh Bali-Nusa Tenggara, Jawa, Kalimantan dan Sumatera," kata Airlangga secara virtual dalam acara "3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 yang diselenggarakan oleh SKK Migas, Kamis (24/11).


Pada kesempatan tersebut, Airlangga secara khusus memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha serta kementerian/lembaga terkait yang telah berpartisipasi secara aktif dalam industri hulu minyak dan gas.

Pertemuan 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 diharapkan Airlangga, dapat meningkatkan awareness dan sinergi antar para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan investasi dan dukungan untuk pencapaian target produksi minyak 1 juta BOPD (Barrel Oil Per Day) dan gas bumi 12 BSCFD (Billion Standard Cubic Feet Per Day).

Terkait target tersebut, dijelaskan Ketua Umum Partai Golkar itu, peningkatan produksi migas di dalam negeri merupakan cita-cita bersama. Sehingga, SKK Migas perlu melakukan langkah-langkah tertentu.

Kata dia, Kebutuhan terhadap insentif dan fasilitas, baik fiskal dan non fiskal juga perlu dibahas bersama antar para pemangku kepentingan, melihat beberapa proyek, termasuk
Proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Masela di Maluku, yang juga mengalami kelambatan.

"Target tersebut sangat berpengaruh terhadap penerimaan negara dan juga terhadap ekspor Indonesia. Sekarang ini ekspor Indonesia neracanya positif, namun neraca perdagangan
migas secara bulanan negatif,” terangnya.

Airlangga menekankan, tantangan tersebut merupakan keniscayaan yang harus dihadapi bersama agar investasi di bidang industri hulu migas tetap berjalan secara kondusif.

"Kolaborasi antar pemangku kepentingan diharapkan bisa lebih baik lagi agar target-target yang telah dicanangkan dapat tercapai," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya