Berita

Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto/Net

Politik

Survei LSI Denny JA: Jika Sama-sama Didukung Jokowi, Pasangan Ganjar-Airlangga Unggul dari Prabowo-Puan

KAMIS, 24 NOVEMBER 2022 | 14:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pasangan Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto tetap lebih unggul dibanding dua pasangan lainnya, sekalipun sama-sama didukung oleh Presiden Joko Widodo.

Hal itu merupakan hasil survei nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA berjudul "Efek Dukungan Jokowi Pada Elektabilitas Pasangan Capres".

Direktur KCI LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, efek dukungan atau endorsement Jokowi kepada perubahan elektabilitas pasangan calon presiden (capres) tidak besar. Karena, efek dukungannya kurang dari dua persen.


"Ketika persaingan kompetitif (selisih kurang dari 2 persen), dukungan Jokowi bisa mengubah pemenang. Ketika persaingan margin besar (selisih lebih dari 3 persen), dukungan Jokowi tidak mengubah pemenang," ujar Adjie dalam keterangannya, Kamis (24/11).

Untuk survei kali ini, kata Adjie, pasangan Ganjar-AH unggul di atas pasangan lainnya, yakni di atas 3 persen. Sementara itu, pasangan capres manapun yang didukung Jokowi, pasangan Ganjar-AH tetap unggul.

"Demikianlah salah satu temuan penting dari survei nasional terbaru LSI Denny JA. Data dan analisa didasarkan pada survei nasional dan riset kualitatif pada tanggal 10-19 Oktober 2022," kata Adjie.

Survei nasional ini melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar kurang lebih 2,9 persen. Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview.
 
Adjie selanjutnya membeberkan hasil simulasi dukungan Jokowi terhadap elektabilitas pasangan capres. Simulasi dalam Pilpres 2024 menggunakan tiga pasang capres-cawapres, yaitu Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ganjar-AH, dan Prabowo Subianto-Puan Maharani.

"Seandainya Jokowi mendukung pasangan Ganjar-AH, dari tiga pasang capres-cawapres tadi manakah yang akan Ibu/Bapak Pilih?" bunyi pertanyaan survei ini.

Hasilnya, Ganjar-AH di posisi teratas, paling unggul dengan elektabilitas sebesar 29,9 persen. Di posisi kedua, adalah Anies-AHY dengan elektabilitas sebesar 24,6 persen. Dan posisi ketiga ada nama Prabowo-Puan dengan elektabilitas sebesar 22,1 persen. Sedangkan yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 23,4 persen.

"Ganjar-AH paling unggul dibandingkan dengan pasangan capres lainnya. Ganjar-AH unggul 5,3 persen dibanding pasangan Anies-AHY. Ganjar-AH unggul 6,5 persen dibandingkan pasangan Prabowo-Puan," jelas Adjie.

Pada pertanyaan selanjutnya, yakni jika seandainya Jokowi mendukung Prabowo-Puan, posisi pertama tetap masih Ganjar-AH dengan elektabilitas 28,4 persen. Pada posisi kedua adalah Anies-AHY dengan elektabilitas 24,6 persen, dan posisi ketiga Prabowo-Puan dengan elektabilitas 23,8 persen.

"Dukungan Jokowi ke Prabowo-Puan, tidak mengubah elektabilitas Anies-AHY. Dukungan Jokowi Ke Prabowo-Puan, menurunkan elektabilitas Ganjar-AH sebesar 1,5 persen. Dukungan Jokowi ke Prabowo-Puan menaikan elektabilitas Prabowo-Puan sebesar 1,7 persen," terang Adjie.

Kemudian, pertanyaan selanjutnya adalah, seandainya dukungan Jokowi ke Anies-AHY kata Adjie, Ganjar-AH tetap paling unggul dengan elektabilitas sebesar 28,5 persen. Pada posisi kedua adalah Anies-AHY dengan elektabilitas sebesar 26,3 persen, dan posisi ketiga adalah Prabowo-Puan dengan elektabilitas sebesar 22,5 persen.

"Dukungan Jokowi ke Anies-AHY, menaikan elektabilitas Anies-AHY sebesar 1,7 persen. Dukungan Jokowi ke Anies-AHY juga menurunkan elektabilitas Ganjar-AH sebesar 1,4 persen. Dukungan Jokowi ke Anies-AHY juga  menaikkan elektabilitas Prabowo-Puan sebesar 0,4 persen," tuturnya.

"Dukungan Jokowi kepada pasangan manapun, secara populasi menyeluruh efeknya hanya menambah atau mengurangi dukungan sebesar di bawah 2 persen," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya