Berita

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid/Net

Politik

Pimpinan MPR: Selain Politik Identitas, Perlu Diwaspadai juga Politisasi Kapital

RABU, 23 NOVEMBER 2022 | 19:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo mengharamkan adanya politik identitas dalam kontestasi Pilpres 2024. Secara tegas, Jokowi mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak menggunakan politik identitas untuk mendulang suara.

Bagi Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, pernyataan itu sudah tepat. Menurutnya, politik identitas yang menghalalkan agama dalam berpolitik dianggapnya hal yang berbahaya, dan bisa merusak sistem demokrasi di Indonesia.

Namun menurutnya, yang paling berbahaya adalah politik hukum dan politik kapitalisasi.


"Selalu agama ini menjadi korban dianggap politisasi agama berbahaya, memang. Tapi lebih dari itu menurut saya kita juga harus mewaspadai bahayanya politisasi hukum, politisasi kapital, itu harus kita waspadai,” kata Gus Jazil di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (24/11).

Wakil Ketua Umum PKB ini mengatakan, tidak ada satu pun tokoh agama yang menginginkan perpecahan dan munculnya politik identitas harus diwaspadai oleh masyarakat dalam pesta demokrasi nanti.

"Kelompok-kelompok agama ini kan sebenarnya ingin menyampaikan kedamaian. Kalau ada kelompok agama yang menganjurkan kekerasan dugaan saya pasti ada yang menyuruh,” katanya.

"Nah ini cari ini waspadai ini. Ada kelompok-kelompok yang mengatasnamai agama, seperti halnya juga, politisasi kapital, ada segelintir elit kekuasaam pemilik modal yang ngatur, ini juga harus diwaspadai juga,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya