Berita

Ormas dan Ulama Madura saat mengadukan Budi Dalton atas penistaan agama di Mapolda Jatim/Ist

Nusantara

Gegara Satu Ucapan, Ormas dan Ulama Madura Polisikan Budi Dalton

RABU, 23 NOVEMBER 2022 | 05:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebuah pernyataan Budi Dalton yang disampaikan melalui akun TikTok @MIKU591081 membuat geram puluhan ulama Madura. Budi Dalton telah dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW dengan menyebut miras singkatan dari Minuman Rasulullah.

Puluhan ulama Madura dengan didampingi Ormas Aliansi Masyarakat Madura (AMI) pun mengadukan Budi Dalton ke Polda Jatim, Selasa (22/11).

"Hari ini kami telah resmi mengadukan Budi Dalton ke Polda Jatim," kata Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar di Mapolda Jatim, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (22/11).


Menurutnya, ucapan Budi Dalton di akun TikTok @MIKU591081 dianggap telah melecehkan umat muslim dan dinilai sebagai penistaan terhadap agama Islam.

"Jangan kemudian permintaan maaf masalah ini lalu selesai, kami tidak rela jika Baginda Nabi Muhammad dihina seperti itu, proses seberat-beratnya atas mulut kurang ajar dari Budi Dalton," tegasnya.

Sementara itu, ulama asal Pamekasan Madura, Ahmad Waridi, berharap Polda Jatim segera melakukan tindakan tegas kepada Budi Dalton.

"Agar seluruh umat muslim di Indonesia tidak resah dan mampu menciptakan suasana yang kondusif," ucapnya.

Adapun pengaduan terhadap Budi Dalton ini resmi diterima oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Pengaduan itu dibuat oleh Ahmad Waridi selaku perwakilan ulama Madura dan Baihaki Akbar selaku Ketua Umum Aliansi Masyarakat Madura (AMI).

Para pengadu juga telah menyerahkan alat bukti berupa sebuah video dugaan penistaan agama dan beberapa print out akun TikTok @MIKU591081 yang diduga milik Budi Dalton.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya