Berita

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno meninjau lokasi bencana gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat/Ist

Politik

Eddy Soeparno: Evakuasi Korban Gempa Cianjur Terkendala Alat Berat yang Terbatas

SELASA, 22 NOVEMBER 2022 | 14:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Anak-anak menjadi korban jiwa paling banyak akibat  gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan magnitudo 5,6 pada Senin (21/11).

Dikatakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno yang baru saja meninjau lokasi bencana, anak-anak menjadi korban jika karena sudah beraktifitas di sekolah dan kegiatan di masjid.

"Korban sebagian besar anak-anak karena mereka sudah mulai masuk sekolah atau ada kegiatan di masjid," ujar Eddy Soeparno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (22/11).


Dikatakan Eddy, saat ini petugas gabungan masih melakukan upaya evakuasi korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

"Sekarang petugas masih berkejaran dengan waktu untuk melakukan evakuasi korban dan ini terkendala dari terbatasnya alat berat untuk evakuasi," tuturnya.

Diceritakan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) ini, suasana warga menjadi mencekam pada malam hari karena pasokan listrik putus sebelum akhirnya perlahan pulih sejak pagi tadi.

"Saya sudah menghubungi Dirut PLN, alhamdulillah direspon baik dan dipastikan 87 persen pasokan listrik sudah mulai pulih kembali," terangnya.

Pada sisi lain, dia mengimbau kepad relawan untuk bisa berkoordinasi dengan petugas gabungan untuk menyalurkan bantuan. Begitu juga kepada keluarga korban dari luar kota untuk tidak datang bersamaan.

"Diimbau untuk relawan yang ingin membantu untuk bisa terkoordinir, karena jalanan sedikit macet, karena pergerakan termasuk keluarga korban yang datang dari luar kota yang ingin menjenguk korban," ujarnya.

"Akibatnya akses ambulas untuk melintas mengevakuasi korban sedikit terhambat, begitu juga penyaluran bantuan," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya