Berita

Tenda bagi pengungsi korban terdampak Gempa Cianjur/RMOL

Nusantara

Didukung Lazismu, MDMC Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Cianjur

SELASA, 22 NOVEMBER 2022 | 13:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur dan sekitarnya mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan bangunan secara masif.

Muhammadiyah, melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyikapi kejadian ini dengan mengerahkan potensi relawan yang ada di sekitar lokasi untuk melakukan respons cepat setelah gempa terjadi. Selain itu, tim asistensi juga diterjunkan untuk melakukan respons tanggap darurat.

Demikian disampaikan Ketua MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/11).


"Allah memberikan satu cobaan kita bersama dengan adanya gempa di Cianjur. Untuk itu saya Budi Setiawan, Ketua MDMC, meminta kepada relawan di Cianjur dan Jawa Barat untuk segera berkoordinasi untuk melakukan respon cepat. MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan segera menuju ke lokasi untuk melakukan pengembangan, kegiatan dan respon. Sehingga kemudian semuanya berlangsung dengan seksama," terang Budi.

Budi juga mengajak kepada warga Muhammadiyah untuk membantu mereka yang terdampak bencana, terutama masih dalam suasana semangat Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48. Hal ini akan menunjukkan bahwa keluarga besar Muhammadiyah tetap sabar dan semangat membantu sesama meski sedang melaksanakan kegiatan.

“Kepada semua keluarga besar Muhammadiyah dengan semangat sukses muktamar marilah kita membantu saudara-saudara kita di Cianjur," ajaknya.

Aksi kemanusiaan ini juga didukung oleh Lazismu, sesuai dengan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR).

Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Suryanto menekankan, semangat OMOR menjadi landasan dalam bergerak bersama membantu warga yang terdampak gempa. Hal ini juga untuk menghindari tumpang tindih tupoksi agar upaya respons dalam dilakukan secara cepat, efektif, efisien, dan tepat sasaran.

"Lazismu dalam hal ini berperan sebagai penghimpun dana yang akan disalurkan melalui program Indonesia Siaga yang bekerja sama dengan MDMC dalam respons tanggap darurat. Kita akan memberikan dukungan agar respons ini dapat berjalan dengan cepat, efektif, efisien, dan tepat sasaran. Karena itulah, dalam bekerja kita menjunjung semangat OMOR," tegas Edi.

Edi juga menghimbau kepada Lazismu di semua tingkatan untuk menghimpun dana kebencanaan. Selain dengan adanya gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Lazismu harus siap siaga mendukung MDMC jika terjadi bencana lain, meski hal ini bukanlah yang diharapkan oleh semua pihak.

“Kepada semua Lazismu agar menyiapkan diri, dalam hal ini dukungan untuk respons kebencanaan. Meski kita tidak mengharapkan terjadi bencana, kita tetap harus bersiap, terutama dalam hal pendanaan," ujarnya.

Kedermawanan, menurut Edi, adalah modal utama Lazismu dalam menghimpun dana untuk kebencanaan. Ia pun mengajak para muzakki untuk mengulurkan tangan guna membantu mereka yang terdampak bencana ini. Lazismu sudah menyiapkan kemudahan untuk berbagi melalui beragam kanal donasi.

"Kita buktikan hasil riset, bahwa negara indonesia menjadi negara dengan penduduk paling dermawan melalui penggalangan dana secara masif yang dilakukan oleh seluruh kantor, baik daalam maupun luar negeri. Untuk itu kepada masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat dimudahkan melalui kantor Lazismu yg tersebar disegala penjuru tanah air dan berbagai kanal donasi yang sudah disiapkan," kata Edi.

Selain mendapatkan dukungan dari relawan Muhammadiyah yang ada di sekitar lokasi terdampak gempa bumi, MDMC Jawa Barat juga mengerahkan para personilnya untuk mendukung aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh relawan Muhammadiyah Kabupaten Cianjur. Sekretaris MDMC Jawa Barat, Ade Irvan Nugraha menyebutkan bahwa tercatat tiga personil dari MDMC Jawa Barat, delapan dari Kabupaten Bogor, dan lima dari Kota Bandung turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini.

“Relawan Muhammadiyah Cianjur sudah bergerak, Pos Koordinasi (Poskor) di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cianjur," tuturnya.

Guna melengkapi tim respons yang dikerahkan ke Cianjur, MDMC PP Muhammadiyah juga mengerahkan tim medis dari Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung dan Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Setiap rumah sakit mengirimkan lima personil, terdiri dari satu orang dokter, dua orang perawat, satu tenaga farmasi dan satu orang logistik guna mendukung tim asistensi yang telah diterjunkan ke lokasi terdampak. Pos Pelayanan (Posyan) juga didirikan di Islamic Centre Muhammadiyah yang beralamat di Jalan Cilengsar No. 10 Cipanas.

Hingga kini, upaya pertolongan dan pendataan kepada mereka yang terdampak masih terus dilakukan oleh pihak terkait. Pemerintah Kabupaten Cianjur mengeluarkan Surat Keputusan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur selama 30 hari dimulai tanggal 21 November 2022 hingga 20 Desember 2022 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Cianjur Herman Suherman.

Update data korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus bertambah. Seperti update yang disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), korban meninggal dunia akibat gempa bumi pada Senin siang (21/11) itu telah mencapai 162 orang.

"Tercatat di call center BPBD ada 162 meninggal dunia, 326 luka-luka, mayoritas patah tulang karena tertimpa reruntuhan atau benda tajam," kata Ridwan Kamil, saat konferensi pers di Kabupaten Cianjur, Senin malam (21/11).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya