Berita

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu M. Din Syamsuddin/Net

Politik

Soal Penambahan Anggota PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin: Perlu Diperhatikan Kader Muda dan Perempuan

SENIN, 21 NOVEMBER 2022 | 22:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Muktamar ke-48 Muhammadiyah resmi menetapkan 13 nama yang menjadi Anggota Tetap Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022-2027. Akan tetapi itu belum jumlah final, sebab masih ada peluang penambahan anggota PP.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah terpilih untuk periode 2022-2027, Haedar Nashir saat konferensi pers usai dirinya ditetapkan, Minggu (20/11) di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Haedar menuturkan, bahwa penambahan Anggota PP ini terakomodir dalam peraturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Muhammadiyah. Namun demikian, ditambah atau tidaknya anggota PP akan mempertimbangkan kemaslahatan.


Soal penambahan itu, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu M. Din Syamsuddin memandang memang perlu dilakukan. Dengan catatan, tidak lebih dari setengah anggota tetap yang sudah ada.

"Mempertimbangkan tantangan luaran yang semakin besar dan berat maka penambahan enam orang (tidak lebih dari seperdua yang dipilih) perlu dan penting," ujar Din Syamsuddin kepada wartawan, Senin (21/11).

Dalam pandangan Din, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memang perlu mempertimbangkan darah-darah segar baik yang sudah masuk jajaran 39 orang yang dipilih Sidang Tanwir atau dari luar.

"Selain kader-kader muda, juga perlu diperhatikan para tokoh perempuan," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya