Berita

Kerusakan rumah warga akibat gempa di Cianjur, Jawa Barat/Net

Nusantara

BMKG Belum Bisa Memprediksi Gempa Susulan Lebih Besar atau Kecil

SENIN, 21 NOVEMBER 2022 | 16:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum dapat memprediksi secara pasti potensi gempa susulan yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan persnya secara virtual, Senin (21/11).

Daryono menguraikan, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 yang terjadi di kawasan Cianjur, merupakan gempa dangkal yang memiliki banyak gempa susulan karena berada di batuan batuan yang relatif rapuh.


“Sehingga ini ke depannya itu kita akan terus mendapatkan gempa susulan. Apakah itu akan lebih besar itu kita belum bisa memprediksi, karena masih unpredictable," kata Daryono.

"Yang pasti gempa dangkal itu akan diikuti aktivitas gempa susulan yang cukup banyak,” imbuhnya.

Dia menguraikan dalam catatan gempa yang terjadi di zona perbatasan Sukabumi dan Cianjur ini, sudah terjadi sebanyak 5 kali sejak tahun 1844, dengan kerusakan yang dahsyat. Kemudian pada tahun 1910, 1913 gempa di kawasan tersebut merusak bangunan di permukaan cukup besar.

Selanjutnya, gempa terjadi pada tahun 1969 dengan kekuatan 5,4 skala richter, di tahun 1952 berkekuatan 5,5 skala richter yang merusak sejumlah bangunan.

"Kemudian tahun 2000 ini yang terbaru, 5,1 ini lebih dari 1900 rumah rusak. Nah kalau kita melihat gempa terbesar pada masa lalu ini adalah 5,5 yang terjadi pada 1952. Jadi memang lebih kecil dari apa yang terjadi hari ini,” katanya.

Hal ini, kata dia, menjadi catatan penting bagi BMKG bahwa terjadi periodeisasi gempa yang cukup pendek. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melakukan upaya identitfikasi secara aktif dan lebih detil.

“Karena wilayah ini ke depan akan menjadi kawasan yang memiliki pertumbuhan masyarakat dan penduduk yang cukup pesat karena kawasan-kawasan yang menarik dan bisa berkembang menjadi kawasan yang padat,” ucapnya.

Menurutnya, gempa itu tidak akan menimbulkan bencana yang buruk apabila bisa diantisipasi dengan bangunan yang kuat.

"Jadi kalau memang bangunan kita tahan gempa tidak akan terjadi apa-apa karena sebenarnya terjadinya korban meninggal luka itu bukan karena gempa, tapi kerubuhan bangunan yang rusak akibat gempa kalau bangunan kuat maka kita akan aman,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya