Berita

Malleum Iustitiae Institute bersama Jaladharma Diving Club melaksanakan program konservasi terumbu karang di Pesisir Tulamben, Kabupaten Karang Asem, Bali/Net

Nusantara

Jaga Biota Laut, Malleum Iustitiae Institute Bersama JDC Gelar Program Konservasi Terumbu Karang di Bali

MINGGU, 20 NOVEMBER 2022 | 05:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Daya tarik Pulau Bali sebagai destinasi wisata dunia bukan hanya keramahan warganya, namun ditunjukkan juga atas keindahan panorama alamnya. Utamanya, Pulau Bali memiliki kawasan konservasi terumbu karang terluas di Indonesia.

Hal itu, yang kemudian mendorong Founder Malleum Iustitiae Institute Efatha Filomeno Borromeu Duarte bersama Jaladharma Diving Club melaksanakan program konservasi terumbu karang di Pesisir Tulamben, Kabupaten Karang Asem, Bali.

Merujuk Statistik Lingkungan Hidup 2021, kata Efatha Duarte, luas kawasan konservasi terumbu karang di Bali mencapai 977 hektare.


"Ini tentunya harus kita lestarikan bersama demi menjaga ekosistem biota laut maupun manfaat ekonomis bagi pariwisata Bali," kata Efatha dalam keterangannya, Sabtu (19/11).

Malleum Iustitiae Institute bersama Jaladharma Diving Club concern melaksanakan kegiatan konservasi terumbu karang di Tulamben selama 4 hari (14-17 November 2022) sebagai bentuk kepedulian pelestarian ekosistem biota laut Pulau Bali.

"Kegiatan konservasi terumbu karang yang dilaksanakan di Tulamben merupakan bentuk konkret kepedulian kami kalangan kampus bersama Jaladharma Diving Club (JDC) menjaga dan melestarikan keindahan alam biota laut Pulau Bali," kata Efatha lagi.

Dosen Universitas Udayana ini menegaskan, ada penguatan pemahaman peserta melalui penyampaian materi dari para instruktur profesional. Katanya, materi yang diberikan terkait pentingnya terumbu karang.

"Kita ketahui bahwa, terumbu karang merupakan salah satu penghasil oksigen dalam lautan dan hunian bagi biota laut lainnya, sehingga menjadi penting untuk sebaik mungkin menjaga dan melestarikannya," terangnya.

Sementara itu, Ketua JDC Suyanto Nawawi menambahkan, urgensi konservasi adalah menjaga dan melindungi terumbu karang.

"Karena seperti yang kita tahu bahwa terumbu karang sebagai penyumbang oksigen di bumi hingga 80 persen,” ungkap Suyanto.

Lanjut Suyanto, kegiatan konservasi terumbu karang ini berjalan lurus dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat pasca pandemi.

Selain itu, Ia mengungkapkan potensi alam bawah laut Tulamben menyisakan histori peninggalan perang dunia II yang dapat menarik minat wisatawan.

“Pantai Tulamben sangat luar biasa potensinya, salah satu spot diving terdapak bangkai kapal perang USS Liberty milik Amerika Serikat yang karam, ini menjadi salah satu destinasi wisata,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya