Berita

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh, Safrizal Rahman/Net

Politik

Temuan Kasus Polio di Aceh, IDI Minta Pemerintah Lakukan Skrining

MINGGU, 20 NOVEMBER 2022 | 03:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh mendesak pemerintah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining di daerah yang ditemukan kasus polio pada anak.

Hal tersebut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh, Safrizal Rahman menyusul temuan kasus polio pada anak.

"Yang paling pasti adalah bahwa ketika kita mendapatkan suatu kasus maka di daerah tersebut harus dilakukan skrining. Dilihat semua apakah ada kasus lain," kata Safrizal, kepada Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu (19/11).


Skrining ini dilakukan di daerah-daerah atau pemukiman penduduk yang memiliki sumber air yang sama. Sebab kumannya itu akan bisa berkembang melalui air sehingga dibutuhkan pencarian kasus-kasus lain.

"Artinya di skrining anak-anak di sekitar situ apakah ada mengalami kasus yang sama begitu," kata dia.

Safrizal menjelaskan, penemuan kasus polio di Aceh sangat memprihatinkan karena seharusnya Aceh sudah bebas dari polio dan ini menjadi kasus yang luar biasa. Sehingga, dampaknya Aceh harus melakukan kembali program imunisasi masif khusus polio.

"Jadi ini menjadi perhatian penting bahwa kita masih tertinggal sebagai dampak rendahnya cakupan imunisasi dasar," terangnya.

Menurut Safrizal, satu kasus polio ini bukan hanya menjadi perhatian di Indonesia tapi akan menjadi perhatian dunia. Penyakit yang menginfeksi saluran saraf ini sangat berbahaya jika tidak dilakukan penanganan serius.

"Polio sifatnya progresif, artinya dia tidak sangat cepat. Tapi dia akan terus bergerak dengan berjalannya waktu," tuturnya.

Dia juga menyarankan masyarakat untuk sadar terhadap perilaku hidup bersih dan membawa anak-anaknya untuk melakukan imunisasi dasar. Kasus polio, kata dia, merupakan dampak dari ketidakmauan untuk dilakukan imunisasi.

"Sekarang kita bergeraklah semua seluruh lapisan masyarakat untuk menggiatkan kembali imunisasi dasar," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya