Berita

Anggota Tim Advokasi Kemanusiaan Awan Puryadi/Net

Politik

Tunjuk Tim Kuasa Hukum, Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Bakal Layangkan Gugatan Class Action

JUMAT, 18 NOVEMBER 2022 | 19:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sejumlah orangtua yang anak-anaknya menjadi korban bahkan sebagian di antaranya meninggal dunia akibat kasus gagal ginjal akut, menunjuk Tim Advokasi Untuk Kemanusiaan sebagai pemegang kuasa.

Dikatakan anggota Tim Advokasi Kemanusiaan Awan Puryadi, penunjukkan kuasa hukum ini adalah wujud dari keresahan dan kekecewaan para orang tua korban yang anaknya meninggal akibat gagal ginjal akut.

Rencananya, kata Awan Puryadi, nantinya tim yang dipercaya keluarga korban ini, akan mengajukan gugatan class action kepada pemerintah.


“Kami Tim Advokasi Hukum Untuk Kemanusiaan nantinya akan mengajukan gugatan class action kepada pemerintah demi terpenuhinya keadilan bagi korban,” ujar Awan Purwadi dalam "Media Briefing: Korban Gagal Ginjal Menggugat" di Sadjoe Resto, Tebet, Jakarta, Jumat (18/11).

Menurutnya, negara semestinya bertanggung jawab dan memberikan keadilan serta ganti kerugian yang layak bagi para korban.

Namun, kata dia, negara gagal menjamin keselamatan warganya. Gugatan ini pun dipandang penting dilakukan agar sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintah dan perusaahaan obat agar tak main-main dengan nyawa manusia.

"Kami menilai bahwa selain Kemenkes dan BPOM, produsen obat dan pemasok bahan juga harus ikut bertanggung jawab," katanya.

Pihak swasta, kata Awan lagi, harus turut memikul beban kesalahan ini. Sebagai produsen obat, harusnya ada quality check yang dilakukan sebelum obat diedarkan.

"Tim kuasa hukum menilai, kejadian hilangnya ratusan nyawa anak tak berdosa ini menunjukkan betapa pemerintah dan perusahaan obat abai atas keselamatan warga," sesalnya.

Tanpa adanya gugatan apapun dan melihat proses yang terjadi sekarang ini terjadi, dikhawatirkan Awan akan menjadikan kasus gagal ginjal akut ini berlalu begitu saja.

"Korban akan dilupakan dan kesalahan pihak-pihak yang tidak terungkap atau tidak diungkap akan disimpan rapat," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya