Berita

Seorang wanita menghentikan rangkaian mobil Presiden Joko Widodo ketika di Bali/Net

Politik

Penuh Kejanggalan, Adegan Wanita Hentikan Mobil Presiden Jokowi Lebih Mirip Shooting Film

JUMAT, 18 NOVEMBER 2022 | 12:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Adegan seorang wanita menghentikan kendaraan Presiden Joko Widodo di Bali telah menghebohkan publik. Namun anehnya, wanita tersebut tidak ditangkap seperti kasus seorang wanita yang menerobos Istana Negara beberapa waktu lalu.

Alhasil muncul berbagai spekulasi, termasuk anggapan bahwa insiden tersebut tidak lain hanya sebuah settingan sinetron demi mendongkrak citra semata.  

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menduga, seorang wanita yang menerobos pengamanan dan menghentikan kendaraan Presiden Jokowi di Bali seperti shooting film atau shooting sinetron yang sedang kejar tayang.


"Dan saya kira publik juga akan persepsi seperti itu," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/11).

Menurut Muslim, hal itu dilakukan untuk mendongkrak citra setelah Litbang Kompas merilis survei bahwa hanya 15,1 persen warga memilih capres jagoan Jokowi, sedangkan 30 persen lebih menolak capres jagoan Jokowi.

"Dan sepinya dukungan publik soal KTT G20 di Bali. Respon di medsos sebagai media rakyat sepi. Karena rakyat tahu G20 itu tidak bermanfaat bagi rakyat yang sedang susah. Rakyat tak gubris. Nah sekarang ada semacam setting sinetron untuk cari simpati publik?" kata Muslim.

Terlebih, Muslim mengatakan, jika bukan settingan, maka tindakan wanita tersebut membahayakan keselamatan Jokowi. Sehingga, sangat heran jika pihak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) tidak langsung bertindak seperti saat mengamankan seorang wanita yang membawa pistol di Istana Negara.

"Malah divideokan dan disebarkan? Publik akan tersenyum geli liat adegan itu," pungkas Muslim.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

In Memorian Try Sutrisno: Pemikiran dan Dedikasi

Senin, 02 Maret 2026 | 18:14

Cek Jadwal One Way, Ganjil-Genap, dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 18:12

Lebaran di Ambang Kelangkaan BBM

Senin, 02 Maret 2026 | 18:04

Konflik Iran-Israel Bisa Bikin Harga BBM Naik

Senin, 02 Maret 2026 | 18:00

Benahi Tol Sumatera Jelang Mudik 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 17:46

Budi Karya Sumadi Tiga Kali Mangkir Dipanggil KPK

Senin, 02 Maret 2026 | 17:28

Ayatollah Alireza Arafi dan Masa Depan Republik Islam Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 17:13

Waka MPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Gejolak Selat Hormuz pada APBN

Senin, 02 Maret 2026 | 17:08

Adkasi Minta Evaluasi Kebijakan Transfer Keuangan Daerah

Senin, 02 Maret 2026 | 17:08

5 Destinasi Terbaik untuk Merayakan Cap Go Meh 2026 di Indonesia

Senin, 02 Maret 2026 | 16:59

Selengkapnya