Berita

Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Gelisah Kondisi Saat Ini, Lieus Sungkharisma Minta Tokoh Islam Implementasikan Ajaran Nabi Secara Nyata

JUMAT, 18 NOVEMBER 2022 | 04:38 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Banyaknya peristiwa buruk yang terjadi akhir-akhir ini, yang dikait-kaitkan dengan praktik agama oleh sekelompok orang, mendorong tokoh Tionghoa yang juga aktivis Buddha, Lieus Sungkharisma ikut buka suara.

Menurut pendiri Gemabudhi (Generasi Muda Buddhis Indonesia) ini, kematian empat orang warga perumahan Citra Garden Kalideres misalnya, yang dikait-kaitkan dengan ritual agama tertentu, adalah contoh atas pengaitan kejadian buruk itu dengan agama.

“Bahkan lebih parah lagi, ada yang mengaitkannya dengan ajaran Islam. Padahal yang mati itu empat warga Tionghoa, ketua RT-nya Tionghoa, tinggal di kompleks perumahan yang mayoritas penghuninya Tionghoa, tapi malah ada media yang mengait-ngaitkan peristiwa kematian akibat kelaparan itu dengan ibadah haji dalam ajaran Islam. Jelas opini seperti itu sangat tendensius dan telah membuat agama disandera dan dijadikan kambing hitam untuk suatu peristiwa buruk yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.


Risau melihat fenomena framing berita yang menyesatkan seperti itulah Lieus Sungkharisma meminta kepada tokoh-tokoh Islam untuk lebih serius mengimplementasikan ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan nyata.

“Bukan tanpa alasan kalau saya meminta hal ini pada tokoh-tokoh Islam. Sebab di Indonesia Islam itu adalah agama mayoritas. Jumlah umat Islam yang banyak di negeri ini pasti akan sangat berpengaruh besar terhadap pola pikir, prilaku dan tindakan warga bangsa ini, jika para pemimpin Islam secara bersama-sama dan kompak menerapkannya,” ujar Lieus.

Harus diingat, tambah Lieus, meski semua suku dan agama berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, namun umat Islam adalah yang paling significan perannya.

"Karena apa? Karena pemeluk Islam adalah mayoritas di negeri ini," ujarnya.

Oleh karena itulah, kata Lieus, permintaannya agar tokoh-tokoh Islam lebih serius mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan nyata itu bukan tanpa dasar. Sebab ada banyak peristiwa dan kebijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri yang mayoritas Islam ini, yang saya lihat justru bertentangan dengan ajaran Islam.

"Dan anehnya, para tokoh agama Islam itu tak bereaksi alias diam saja atas semua ketimpangan tersebut,” ujarnya.

Lieus kemudian mencontohkan tentang adanya kepala sekolah yang justru disalahkan ketika meminta siswinya menggunakan jilbab. Atau adanya orang-orang yang meminta-minta sumbangan di jalan untuk membangun masjid atau pesantren padahal di negara yang mayoritas Islam ini ada lembaga-lembaga yang mengatur zakat, infaq dan sodaqoh seperti Baznas.

Bahkan, tambah Lieus, ada banyak tokoh agama Islam yang diam saja ketika agamanya dihinakan atau ulamanya, atas nama pasal-pasal hukum, dikriminalisasi oleh seseorang atau sekelompok orang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya