Berita

Airlangga Hartarto (tengah) salah satu menteri Jokowi yang memiliki peran strategis dalam gelaran KTT G20/Ist

Politik

KTT G20 Bisa jadi Jembatan Airlangga Hartarto Dongkrak Elektabilitas Menuju Pilpres 2024

JUMAT, 18 NOVEMBER 2022 | 03:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 bisa menjadi jembatan untuk mendongkrak elektabilitas menteri yang digadang-gadang maju dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2024 mendatang.

Begitu yang disampaikan Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menyikapi acara KTT G20 yang dihadiri sejumlah kepala negara di dunia, Kamis (17/11).

Menurutnya, KTT G20 merupakan momentum untuk para menteri yang ingin maju dalam kancah Pilpres 2024 untuk membranding citranya di mata dunia.


"Jelas bisa meningkatkan elektabilitas. Karena ini bisa menjadi portofolio bagi menteri sebagai upaya untuk mem-branding diri,” tegas Herry.

"Termasuk Airlangga maupun Prabowo dan menteri-menteri lainnya yang berkaitan dengan kegiatan G20. Jadi hal ini bisa membuat elektabilitas menteri itu meningkat,” imbuhnya.

Herry berpendapat, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto juga bisa menangguk manfaat elektoral dari gelaran G20.

"Menurut saya yang bisa menunggangi acara ini adalah Menko Perekonomian dan menteri-menteri yang kaitannya dengan bidang ekonomi,” katanya.

Hal itu disebabkan G20 berfokus pada isu ekonomi, sedangkan Airlangga saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI. Sehingga Airlangga mendapat peran cukup besar dalam gelaran tersebut.

"Jelas G20 ini kan kaitannya dengan negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Artinya lebih condong pada orientasi ekonomi. Tentunya kita tahu bahwa Menko Perekonomian adalah Airlangga Hartarto. Pasti akan berimplikasi ke beliau," ujarnya.

Kendati demikian, menurut Herry, portofolio dan rekam kinerja Menko Airlangga sebagai bagian dari kesuksesan G20 tidak akan berbuah manis ketika mesin politik tidak cukup mampu mengonversi hasil kinerja Airlangga dalam G20 menjadi materi kampanye.

"Bagaimana cara mereka untuk memperbesar ke mereka melalui G20. Jadi ini jualan politik-lah, istilahnya. Hanya saja ketika kerja-kerja politik Airlangga dan juga parpol tidak maksimal untuk semacam mengkapitalisasi G20, justru akan menurunkan elektabilitasnya," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya