Berita

Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian/Net

Politik

Mendagri Dorong Percepatan Pengesahan UU Papua Barat Daya untuk Rampungkan Perppu Pemilu

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 16:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Satu daerah otonomi baru (DOB) selain Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan yang rancangan undang-undangnya tengah dirampungkan di DPR RI didorong pemerintah untuk bisa segera disahkan.

Perwakilan pemerintah yang menyampaikan harapan tersebut ialah Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian, saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (17/11).

Dia mengatakan, dengan diketoknya UU Papua Barat Daya yang akan diimplementasikan menjadi satu DOB baru lainnya di Papua diharapkan bisa segera diregistrasi.


"Dengan diketoknya UU Papua Barat Daya berarti kita mohon secepatnya dari DPR mengirimkan ke presiden. Dari presiden saya ada koordinasi dari Mensesneg dan Menkumham supaya diharmonisasi dan segera diundangkan," ujar Tito.

Setelah proses legislasi UU tentang Provinsi Papua Barat Daya selesai, Tito memastikan akan segera mengkomunikasikan sosok Penjabat (Pj) Gubernur yang akan mengemban tugas sebagai kepala daerah hingga pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 selesai.

"Setelah itu ditunjuk pj oleh bapak presiden dalam sidang maka harus saya segera lakukan peresmian dan pelantikan seperti kemarin (pelantikan Pj Gubernur Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan)," sambungnya menegaskan.

Setelah seluruh proses legislasi dan pembentukan pemerintahan daerah Papua Barat Daya selesai, Tito memastikan akan segera merampungkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Pemilu.

Pasalnya, dia menegaskan bahwa Perppu tentang Pemilu ini di dalamnya juga akan mengatur soal daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi anggota DPR RI, DPRD, dan DPD RI untuk total 4 DOB di Papua.

"Artinya provinsi sudah ada, begitu sudah de facto kemudian keluarkan Perppu. Makanya Perpunya ini untuk mengakomodir 4 DOB ini (Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya)," demikian Tito. 

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya