Berita

Perdana Menteri India Narendra Modi/Net

Dunia

Resmi Pegang Presidensi G20, India Akan Fokus Dorong Inklusifitas Transformasi Digital

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 08:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah menerima palu presidensi dari Indonesia di KTT G20 Bali, kini India resmi menjadi pemimpin berikutnya dari organisasi negara-negara ekonomi besar itu selama satu tahun ke depan.

Dalam pidatonya di KTT G20 di Bali pada Rabu (16/11), Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan kepemimpinan G20 India ke depan akan lebih berfokus pada transformasi digital yang inklusif untuk seluruh dunia.

"India akan fokus menjembatani kesenjangan digital, terutama di negara-negara berkembang dan memastikan akses digital benar-benar inklusif dan penggunaan teknologi digital benar-benar meluas," ujarnya.


Modi menekankan, India akan bekerjasama dengan para mitra di G20 untuk mewujudkan misi tersebut.

"Prinsip digitalisasi untuk pembangunan akan menjadi bagian integral dari keseluruhan tema Presidensi kita: One Earth, One Family, One Future," tegasnya.

Untuk itu, Modi mendesak para pemimpin G20 berkomitmen penuh dalam pemanfaatan teknologi digital agar dapat berguna bagi seluruh umat manusia dan kehidupan.

“Bisakah kita berikrar bersama bahwa dalam 10 tahun ke depan kita akan menghadirkan transformasi digital dalam kehidupan setiap manusia, sehingga tidak ada satu orang pun di dunia yang kehilangan manfaat teknologi digital,” tegasnya.

Transformasi digital, sebagaimana dijelaskan Modi, akan berdampak besar pada upaya negara-negara untuk menangani perubahan iklim melalui implementasi Green Office.

"Solusi digital juga dapat membantu kita dalam perang melawan perubahan iklim. Seperti yang kita semua lihat dalam Green Office, di mana pekerjaan dilakukan dari jarak jauh dan minim penggunaan kertas," jelasnya.

Perdana Menteri lebih lanjut menyinggung implementasi yang telah India raih di dalam negerinya, di mana digitalisasi telah mendorong percepatan transformasi sosial-ekonomi negaranya.

Modi mengutip salah satu proyek pengembangan pembayaran digital India's Unified Payment Interface (API) yang kini bekerjasama dengan PayNow Singapura untuk memudahkan arus uang para pekerja migran dua negara.

"Tahun lalu, lebih dari 40 persen transaksi pembayaran real-time dunia terjadi melalui UPI," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya