Berita

Presiden Jokowi sata menjamau para pemimpin dunia makan malam/Ist

Politik

PKS Ingin KTT G20 jadi Momentum Perkuat Ekonomi Hijau

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 04:26 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) TT G-20 di Bali diharapkan jadi momentum memperkuat implementasi ekonomi hijau di negara-negara yang tergabung dalam G-20. Sebab, komitmen menjaga kelestarian sumber daya alam harus diterapkan terutama saat dunia kini sedang menghadapi krisis global.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, Rabu (16/11).

Menurut Johan, selama ini komitmen pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan ekonomi dan lingkungan masih sangat lemah. Sehingga, kita khawatir sistem ekonomi selama ini akan berdampak pada kerusakan sistem lingkungan.


"Melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan, pembuangan limbah ke media lingkungan dan lain-lain,” ucap Johan, Rabu (16/11.
 
Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu ingin setiap negara berupaya berkomitmen menerapkan ekonomi hijau secara konsisten demi menjaga keberlanjutan sumber daya alam terutama pada aspek lingkungan hidup.
 
Lebih lanjut, Johan melihat komitmen ekonomi hijau perlu dimunculkan pada momentum KTT G-20, karena itu dikotomi antara kepentingan lingkungan dan ekonomi harus segera diakhiri.

Selain itu, menurutnya, pemerintah mesti menyadari bahwa paradigma ekonomi hijau adalah respon atas fenomena perubahan iklim global dan permasalahan lingkungan yang mengancam keberlangsungan kehidupan umat manusia,
 
“Di negara kita banyak permasalahan lingkungan di antaranya laju deforestasi yang tinggi, kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang, kebakaran hutan, persoalan sampah dan limbah yang mencemari daratan dan lautan kita,” urai Johan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya