Berita

Qomaruddin/Net

Publika

Perubahan dan Perbaikan

OLEH: QOMARUDDIN
RABU, 16 NOVEMBER 2022 | 22:07 WIB

KEMAPANAN akan menjadi kebaikan, selama kemapanan mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, kata kemapanan akan menjadi malapetaka jika hanya bisa menghadirkan kediktatoran dan oligarki yang hanya melangengkan kekuasaan dan kepentingan para demagog.

Status quo yang dipenuhi dengan ketidakadilan dan ketimpangan meniscayakan adanya perubahan, maka restorasi harus diwujudkan demi sebuah perubahan pada arah yang lebih baik. Kehendak publik atas perubahan sosial merupakan sebuah keharusan dalam kehidupan sosial demi mewujudkan kebaikan publik, yaitu keadilan dan kesejahteraan. Perubahan juga menjadi keharusan bila ketimpangan dan ketidakadilan telah mengkooptasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pandangan Jurgen Habermas, perubahan merupakan keharusan. Namun, hadirnya tidak bisa dinanti selayaknya kita menanti gerhana, tapi perubahan harus dilakukan dengan cara komunikatif atau komunikasi tanpa penguasaan.


Komunikasi tanpa penguasaan merupakan manifesto dari kemerdekaan individu dan masyarakat dalam mengaktifkan kebenaran atas keadaan atau realitas yang ada. Freedom of speech merupakan wujud dari kejernian dalam mengartikulasikan realitas sosial maupun realitas yang lainya.

Realitas sosial harus disuarakan seterang-terangnya dari kepentingan para demagog, di mana kepentingan tersebut banyak memberikan dampak negatif pada tatanan sosial yang berakibat pada rusaknya sendi-sendi berbangsa dan bernegara, untuk melakukan perubahan pada kepentingan para oligarki dan demagog adalah mengaktifkan nalar kritis dengan cara yang komunikatif, perubahan terhadap anti kemapanan inilah jembatan emas menuju perubahan untuk negara yang lebih berkeadilan dan mewujudkan kesejahteraan.

Kemapanan yang di bangun dengan kekuatan oligarki kini hadir begitu menggurita diberbagai sektor, Kekuatan oligarki tersebut memberikan dampak pada tatanan sosial yang merusak pranata sosial yang duluhnya dibangun dengan penuh kearifan, karena dampak kekuatan oligarki yang mendominasi muncul  ketimpangan dan segegrasi diantara anak bangsa.

Dalam pandangan Auguste Comte seorang sosiolog Prancis, menilai bahwa masyarakat sosial bila dinilai maka terbentuk menjadi dua bagian yaitu masyarakat social statics dan social dynamic.

Social statics merupakan tentang terbentuknya masyarakat dikarenakan adanya hukum-hukum aksi dan reaksi antara bagian-bagian dari suatu sistem sosial itu sendiri.

Bila masyarakat sosial terkooptasi dengan kekuasaan oligarki yang cenderung otoriter dan jauh dari keadilan yang terjadi adalah reaksi dari publik untuk perubahan dari statu quo menuju transformasi sosial atau perubahan sosial kearah yang lebih baik (oposisi).

Sedangkan dalam istilah Comte, social dynamic merupakan suatu perkembangan dan kemajuan masyarakat menuju masyarakat yang lebih berkeadilan, kemakmuran dan kesejahteraan (welfare state)

Diksi perubahan dan perbaikan merupakan kata-kata yang memiliki makna mulia, di mana di dalamnya penuh dengan karakter keberanian dalam mendobrak status quo yang penuh dengan ketimpangan, pencitraan yang dimana duluh dibangun sebagai kelompok egaliter yang bersahaja ternyata hanya kamuflase yang kental dengan kepentingan.

Selain melakukan perubahan kewajiban selanjutnya adalah melakukan perbaikan, perbaikan merupakan manata ulang dengan baik agar ketepatan dan kecermatan dalam mengelolah sebuah negara bisa sesuai dengan kehendak publik di mana semua berproses dilakukan dengan basis nilai keadilan, moralitas, persatuan dan permusyawaratan.

Kata perubahan pada dasarnya membutuhkan kata perbaikan, karena akan menjadi kesia-siaan jika perubahan itu sendiri tanpa ada perbaikan.

Maka, untuk menghindari proses menghilangkan ketidak adilan lama dengan munculnya ketidakadilan baru, perbaikan menjadi keyword untuk menata tatanan baru yang berkeadilan dan persatuan. Penting membangun bangsa ini untuk lebih maju adil dan sentosa, agar bangsa terhindar dari jurang kehancuran.

Perbaikan menjadi keharusan setelah perubahan terjadi, agar tatanan diberbagai sektor bisa pulih kembali bahkan berkembang dan negara kemakmuran bisa terwujud dengan kebaikan dan berkeadilan, perbaikan menjadi kewajiban untuk dilakukan pasca perubahan.

Perbaikan menuntut adanya great of people (manusia yang unggul), berkualitas, ahli dalam bidangnya, melampaui (beyond), kehadirannya harus di atas rata-rata namun semuanya dilakukan atas kehendak publik dengan prinsip-prinsip kemanusian, keadilan dan persatuan.

Semuanya akan bermuara pada negara yang berkeadilan bagi seluruh rakyatnya. Serta negara yang beradab.

Penulis adalah Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Lamongan

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya