Berita

Diskusi Dewan Pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan/RMOL

Politik

Dewan Pers: Sebetulnya Kami Berharap Mendapatkan Penjelasan Usulan Apa Saja yang Ditolak

RABU, 16 NOVEMBER 2022 | 21:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dewan Pers tidak berhenti menyuarakan aspirasi insan pers terkait adanya upaya kriminalisasi terhadap kerja wartawan dengan munculnya sejumlah pasal di dalam RUU KUHP yang akan segera disahkan pada penghujung tahun 2022.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya menuturkan, dengan menggelar sejumlah seminar dan diskusi serta menemui fraksi-fraksi di DPR RI juga pemerintah terkait RUU KUHP yang di dalamnya membungkam kebebasan pers, tak lain sebagai bentuk perhatian Dewan Pers terhadap sejumlah materi di dalam RUU KUHP.

Pasalnya, masukan dari Dewan Pers seolah-olah tidak digubris oleh pemerintah lantaran desakan untuk segera mengesahkan RUU KUHP cukup kencang.


"Barangkali kita melihat secara jelas situasional hari ini, kemudian kita melaksanakan seminar nasional merespon tanggapan pemerintah," kata Agung saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (16/11).

"Karena sampai dengan kemarin, kami menerima data bahwa per tanggal 9 materi yang terakhir, apa yang sudah disampaikan oleh dewan pers secara persuasif, situasinya mereka memang menerima tetapi persoalannya kemudian muncul justru tidak ada follow up yang konkrit ini menjadi catatan,” imbuhnya.

Menurutnya, sejumlah pertemuan yang dilakukan Dewan Pers kepada sejumlah instansi pemerintah, hanya sebatas kopi darat semata dan belum ada kesan menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan Dewan Pers.

"Kesannya begini, yang ngobrol, boleh ketemu. Tapi kewenangannya sepertinya itu, tidak disampaikan. Ini suka tidak suka bahasanya. Jadi kalau saya tadi mendengar juga penjelasan dari Pak Mahfud ya betul saya sampaikan bulan bukan persoalan normatif,” ternagnya.

Agung menambahkan persoalan yang dibawa Dewan Pers belum sepenuhnya diakomodir oleh pemerintah dan parlemen, meski pemerintah berdalih memiliki waktu yang panjang untuk melakukan formulasi ulang, tapi tdak ada penjelasan yang konkret apa saja poin yang ditolak yang telah diajukan oleh Dewan Pers.

"Hari ini kami berharap sebetulnya mendapatkan penjelasan dari apa yang ditolak. Ini menjadi konsen kami semua dan kami juga menegaskan bahwa ini bukan persoalan pers baper, dewan pers baper, bahwa minta betul urusan ini konsen betul dewan pers,” ujarnya.

“Ini persoalannya menyangkut banyak pihak ini kan keterlibatan civil society di mana dampaknya tidak hanya komunitas pers tapi masyarakat,” demikian Agung.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya